-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Saber Pungli
SKM
WBS
Ejurnal
WBK
PPID
Kalender Tanam
Sigap UPG
perpus_digital
TV-TANI
satu-layanan
Lapor.go.id

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 50 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 976877
Upaya Peningkatan Mutu dan Nilai Tambah Kopi Melalui Bintek Penanganan Pascapanen di Cianjur Selatan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Jumat, 31 Juli 2015 13:49

Desa Sukadana, Campaka, Cianjur

Potensi perkebunan kopi di Cianjur cukup prospektif. Salah satu wilayah pengembangan kopi dan termasuk wilayah Indikasi Geografis kopi arabika java preanger adalah desa Sukadana, kecamatan Campaka, kabupaten Cianjur. Desa Sukadana merupakan wilayah dataran tinggi dan termasuk daerah dengan suhu dingin dengan ketinggian ± 1000 mdpl. Desa Sukadana terletak di sebelah selatan dalam peta pemerintahan Kabupaten Cianjur dan terletak di Kecamatan Campaka. Desa Sukadana memiliki luas wilayah 1.313,030 Ha.

Tanaman perkebunan yang banyak dibudidayakan di Sukadana selain teh adalah kopi. Sejak empat tahun yang lalu tanaman kopi robusta yang banyak ditanam di desa ini sudah mulai dikonversi dengan kopi arabika. Kopi arabika yang dikembangkan adalah varietas S 795, Sigarar Utang dan Andungsari. Kopi arabika ini ditanam diantara tanaman teh dan buah jeruk sehingga menghasilkan citarasa yang cukup unik yaitu fruity dengan aroma khas jeruk. Sampai saat ini petani Sukadana masih menjual kopi hasil perkebunan mereka dalam bentuk gelondong basah (buah kopi merah) dengan harga Rp 5000 – Rp 6000 per kilogram untuk kopi arabika dan Rp 2000 – Rp 2500 per kilogram untuk kopi robusta.

Bimbingan Teknis Pascapanen Kopi Di Cianjur

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cianjur bekerjasama dengan Balittri melaksanakan kegiatan  Bimbingan Teknis Penanganan Pasca Panen kopi di Sukadana dengan harapan dapat meningkatkan mutu dan nilai tambah kopi di Sukadana (30/7). Tindak lanjut dari kegiatan ini, dishutbun Cianjur berencana memberikan bantuan paket alat dan mesin pengolahan buah kopi sehingga diharapkan petani kopi Sukadana yang tergabung dalam kelompok tani Suka Tani Mandiri bisa mengolah buah kopi menjadi biji kopi beras ataupun bubuk kopi khas Sukadana. Melalui pengolahan buah kopi menjadi biji kopi beras akan memberikan nilai tambah dimana harga biji kopi beras robusta berkisar antara Rp 18.000 – Rp 25.000 per kilogram dan kopi arabika antara Rp 30.000 – Rp 60.000 tergantung grade mutu yang dihasilkan setelah proses pengolahan. (EHP)

Bintek pascapanen kopi