-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG
satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 12 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 899966
Pembelajaran Budidaya Kopi dan Ternak Sapi di Pagaralam PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Jumat, 07 Agustus 2015 16:32

Kegiatan Pembelajaran Budidaya Kopi dan Ternak Sapi Pagaralam Pagaralam -- Pada tanggal 4-5 Agustus 2015 dilaksanakan kegiatan pembelajaran bersama penyuluh, petani dan peternak tentang budidaya kopi dan ternak sapi di Gunung Agung Pauh, Desa Agung Lawangan, Kecamatan Dempo Utara.  Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama Badan Litbang Pertanian dengan Pemkot Pagaralam dalam bentuk Laboratorium Lapang Inovasi Pertanian (LLIP) Pagaralam.  Pembelajaran budidaya kopi dan ternak sapi ini diikuti oleh 20 petani  dari kelompok tani Lawangan Dempo dan Agro Dempo serta 4 orang penyuluh. Selain itu kegiatan tersebut dihadiri oleh Petugas dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan dan Dinas Peternakan Kota Pagar Alam.

Materi pembelajaran budidaya kopi disampaikan oleh peneliti dari Balittri berupa : pengenalan klon/varietas unggul anjuran kopi robusta, arabika dan liberika, metode perbanyakan kopi robusta dan arabika, pengenalan jenis-jenis tanaman penaung (penaung sementara dan tetap)  yang sesuai untuk kopi, persiapan lahan, penanaman kopi, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit utama kopi, panen dan pasca panen.

 

Praktek Budidaya Kopi (Pembibitan dan Stek Berakar) PagaralamPraktek budidaya kopi dilaksanakan di lokasi pembibitan kopi dengan materi Perbanyakan kopi secara setek berakar.  Materi praktek terdiri dari : (1) pembuatan bedengan dan penaung, (2) Pengisian media tanam pada bedengan, (3) pembuatan sungkup,   (4) pengambilan entres, (5) pembuatan setek, (6) penanaman setek, (7) pemeliharaan dan (8) pemindahan setek berakar pada polibag.

Dari hasil tes awal (sebelum pemberian materi),  60% petani menjawab dengan benar pertanyaan yang diberikan. Hal ini  menunjukkan bahwa petani peserta pembelajaran budidaya kopi sebanyak 60% sudah mengenal budidaya kopi yang sesuai dengan anjuran. Walaupun umumnya  perserta sudah cukup lama (diatas lima tahun) mengusahakan tanaman kopi, namun teknologi budidaya yang diterapkan belum sepenuhnya mengikuti yang sesuai dengan anjuran, seperti perbanyakan dan penanaman kopi. Untuk penggunaan tanaman penaung dan rehabilitasi kopi dengan sambung tak en, teknologi yang digunakan sudah sesuai dengan anjuran.

Secara umum peserta sangat antusias mengikuti pembelajaran budidaya kopi, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan tentang budidaya kopi oleh peserta dan tetap hadir (100%) sampai materi selesai disampaikan.  Begitu juga kehadiran petugas dari dinas yang terkait menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini.

Sementara itu materi tentang ternak sapi disampaikan oleh peneliti dari Loka Penelitian Sapi Potong (Lolit Sapi) tentang jenis sapi, perbanyakan sapi, kandang sapi, pakan sapi (pemanfaatan tanaman penaung, limbah kulit buah dan cangkang kopi), pemanfaatan urine untuk zat perangsang tumbuh, kotoran untuk pupuk organik.

Selain itu dilakukan juga konsultasi dan koordinasi Badan litbang pertanian dengan Dinas kehutanan dan perkebunan, Dinas peternakan dan Dinas tanaman pangan dan hortikultur kota Pagaralam (Handi S/Balittri).