-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

TV-TANI
Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 6 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 872677
Festival Kampung Kopi dan Coklat 2015 Apkasi Dorong Komoditas Kopi dan Coklat Indonesia Kuasai Pasar Global PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Eko Heri Purwanto   
Minggu, 08 November 2015 15:05

Penandatanganan nota kerjasama perdagangan kopi antara Apkasi dengan British Cham dan Aljazair

Jakarta 7-8 November 2015.

Festival Kampung Kopi dan Coklat Apkasi (Asosiasi pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) 2015 merupakan pameran komoditas bagian dari commodities series AITIS ( Apkasi International Trade and Investment Summit), yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan daya saing daerah kabupaten di tingkat regional maupun global, khusus dalam bidang pemasaran dan pengembangan produk kopi dan coklat.

Apkasi diikuti ratusan pemerintah kabupaten seluruh Indonesia dan dilaksanakan setiap tahun. Tahun 2014 lalu, Apkasi sukses menggelar pameran yang sama dan puluhan daerah kabupaten mendapatkan prospek perdagangan potensial. Diantaranya pemerintah kabupaten Aceh Tengah yang mendapatkan prospek ekspor kopi ke Uzbekistan dan Tiongkok. Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Tengah, Nazaruddin, langsung menandatangani nota kerjasama dengan salah satu trader dari Uzbekistan.

Festival Kampung Kopi dan Coklat Apkasi 2015 menyajikan produk-produk kopi dan kakao (coklat) unggulan dari daerah di Indonesia. Seperti kopi unggulan dari Kabupaten Bandung, Kopi Lintong dari Humbang Hasundutan dan Tapanuli utara, Kopi Aceh Gayo dari Aceh Tengah, kopi dan kakao dari Bantaeng, Polewali Mandar dan Luwu, kopi dari Jambi, Empat Lawang, Pasuruan, Jepara, serta puluhan daerah lainnya.

Kunjungan KaBalitbangtan_Apkasi_Delegasi dagang luar negeri ke Stand Festival Kopi-Coklat 2015

Investor lokal dan asing mendapatkan paparan soal kopi dan coklat dari peserta pameran. Selain itu, Apkasi juga menyelenggarakan business forum dan business matching antara Bupati  dengan puluhan investor dari berbagai negara antara lain dengan  delegasi bisnis Aljazair dan British Chamber.

“Festival Kampung Kopi dan Coklat Apkasi 2015 ini kami manfaatkan juga untuk penandatanganan nota kerjasama dengan asosiasi pengusaha asal Inggris, British Chamber of Commerce in Indonesia. BritCham Executive Director, Chris Wren, hadir langsung untuk melaksanakan penandatanganan nota kerjasama. Apkasi berharap, kerjasama ini bisa menciptakan peluang bagi komoditas Indonesia masuk pasar Inggris dan Eropa,” jelas Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng yang menjabat Sekretaris Jenderal Apkasi.

Meeting Business Forum Apkasi_British Chamb_Algeria Chamb

Dalam kesempatan ini, Apkasi juga menandatangani nota kerjasama strategis dengan Algeria Chamber of Commerce, yang diwakili langsung Mr. Ali Abderrahman Bara, Ketua Algeria Chamber of Commerce. Kerjasama Apkasi dengan Algeria Chamber of Commerce berupa peningkatan hubungan perdagangan, termasuk sharing informasi komoditas yang bisa diperdagangkan kedua negara, serta potensi investasi pengusaha Aljazair di Indonesia. Negara Afrika Utara ini terang-terangan menyatakan tertarik dengan komoditas kopi dan coklat indonesia.

“Penduduk Aljazair merupakan peminum kopi terbanyak di dunia. Selama ini kami impor kopi dari Brazil. Kalau Indonesia punya kualitas kopi yang bagus dan harga bisa dibawah pasar Brazil, saya kira potensinya sangat besar. Setiap tahun, kami mengimpor ratusan ton kopi dari Brazil, ini peluang bagi Indonesia,” jelas Ali Abderrahmane Bara.

Dengan adanya pameran dan forum Business Matching ini, diharapkan terjalin kerjasama antara daerah dengan pengusaha asing sehingga ada pengembangan pasar dan komoditas kopi dan kakao Indonesia semakin kuat posisinya di pasar global serta dari sisi domestik, produktivitas dan kualitas meningkat.

Melalui pameran ini, Apkasi berharap potensi agribisnis dari dua komoditas ini meningkatkan produktivitas serta kualitas kopi dan kakao Indonesia. Selanjutnya, diharapkan pameran ini menjadi etalase menjanjikan bagi pengusaha lokal dan investor asing untuk terjun di bidang perkebunan kopi, pengolahan dan industri hilir, serta perdagangan global (trading). (EHP)