-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam
SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 19 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 898380
Uloh Sutarman Petani Kopi Inovatif dari Cikajang PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Intan   
Senin, 09 Mei 2016 09:37

Uloh Sutarman (42 Tahun) yang biasa dipanggil dengan pak Uloh, seorang petani maju dari Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Beliau telah 6 tahun sebagai ketua kelompok tani “Karya Mandiri" yang beranggotakan sebanyak 179 orang petani kopi di desanya, dengan luas kebun kopi mencapai 91 ha.

Beliau bercita-cita ingin membawa kelompok taninya, tidak hanya menghasilkan bahan mentah bentuk kopi biji, tetapi juga sampai kepada bubuk kopi berkualitas dan bermerek. Bersama kelompoknya beliau mulai menerapkan teknik budi daya yang benar, menentukan panen kopi yang tepat, menyeleksi biji yang bermutu, pengupasan, dan pengeringan yang baik. Biji kopi yang dihasilkan anggota dibeli oleh kelompok dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan harga beli pedagang yang terdapat didaerahnya, dengan demikian dia mengharapkan anggota kelompoknya  memperoleh pandapatan yang lebih tinggi, dan petani akan lebih sejahtera. Kopi biji tersebut disortir, dikelompokan sesuai dengan kualitasnya, juga dipilih biji kopi lanang yang terdapat dalam kelompok biji tersebut. Dengan cara demikian kelompok tani dapat menjual biji kopi jauh lebih mahal kepada pedagang di kota atau ke gerai-gerai kopi yang terdapat di kota-kota besar di Jawa Barat.  Saat ini produksinya untuk biji kopi berkualitas standar telah mencapai 149 ton/tahun, dan berkualitas spesialty sebanyak 200 kg dengan harga Rp. 110.000 /kg. Pak Uloh sedang mencari mitra yang dapat menerima produknya dengan mengikat kontrak agar jelas pasarnya dan  jelas baik volume dan kualitasnya.

Selain melakukan pembinaan di dalam kelompok taninya, Pak Uloh juga mencoba mempromosikan produk kelompoknya ditingkat Provinsi Jawa Barat dan nasional. Beliau aktif mengikuti kontes-kontes kopi berkualitas, membantu pemerintah Jawa Barat dalam rangka mengembangkan kopi berkualitas asal Jawa Barat, dan kegiatan-kegiatan lainnya untuk memajukan kopi di daerah Sunda tersebut.

Pada gambar terlihat pak Uloh bersama Gubernur Jawa Barat dalam rangka pencangan penanaman 2 juta batang tanaman kopi  di Jawa Barat atau setara dengan  1.800  ha/tahun kebun kopi rakyat.

Balittri dalam membina kelompok tani Karya Mandiri, selain mencoba mengangkat semua potensi yang masih belum tergali pada kelompok tani, juga melakukan bimbingan teknologi dalam penyediaan benih, penerapan budi daya, dan pengelolaan pasca panen. Potensi yang masih perlu digali salah satunya adalah percampuran beberapa varietas kopi arabika secara alami yang telah bertahun-tahun berkembang di daerah Cikajang, varietas tersebut antara lain, biji kuning (asal Garut), Andung Sari, Sigararutang, Ateng, dan S795, yang akan menghasilkan rasa yang sangat berbeda dengan yang lain. Maju terus Pak Uloh, balittri bersama mu. (Maman Herman & Yulius Ferry)

 

Artikel terkait