-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
PPID
satu-layanan
perpus_digital
Sigap UPG
Ejurnal
Kalender Tanam
SKM

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 13 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 894989
Praktisi Pertanian Wayan Supadno Semarakan RAPIM B Lingkup Balitbangtan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Bariot Hafif   
Senin, 23 Mei 2016 20:24

Pada tanggal 23 Mei 2016 dilaksanakan Rapim B lingkup Balitbangtan di Auditorium Utama Sadikin Sumintawikarta di Cimanggu Bogor. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Balitbangtan. Dalam arahannya Kepala Balitbangtan menyampaikan beberapa hal, sebagai berikut:

  1. Bahwa pencapaian kedaulatan pangan semakin mendesak karena ke depan beban untuk tujuan kedaulatan pangan semakin berat dikarenakan energi fosil di Indonesia akan berakhir dalam waktu 15 tahun.
  2. Kegiatan diseminasi dalam upaya membangun kemitraan dengan petani harus menjadi prioritas, karena muara dari inovasi teknologi adalah petani.
  3. Balitbangtan dalam merencanakan kegiatan harus lebih peka terhadap suara-suara kritis dari luar, apakah dari kelompok tani, LSM, maupun dari praktisi pertanian.
  4. Petani dan praktisi pertanian lainnya cenderung tidak peduli dengan banyak teori, mereka hanya bisa diyakini dengan kenyataan.

Salah satu materi dalam Rapim yang cukup menarik untuk disimak adalah materi yang disampaikan oleh Wayan Supadno. Dengan gayanya yang energik beliau memaparkan materi berjudul “Pentingnya inovasi yang membumi untuk Kesejahteraan Petani”.

Wayan Supadno ialah anggota TNI berpangkat Letnan Dua yang awal menjadi praktisi pertanian, dimulai dari menjual karung bekas pupuk dan ikan mas. Sampai akhirnya mengelola berbagai produk pertanian seperti cangkang sawit, karbon aktif, komoditas pinang, buah naga dan bahkan mengembangkan rumah sakit. Praktisi pertanian ini juga pernah mengalami kerugian sampai 24 M karena produk yang diekspor tidak lolos uji mutu (tidak organik) di Eropah. Untuk sukses sebagai praktisi pertanian, Wayan Supadno memegang kiat-kiat sebagai berikut:

  • Terus memperbaiki diri
  • Belajar menguasai potensi sumber daya alam yang ada
  • Belajar menyadari lahan pertanian yang sakit
  • Mencoba berbagai komoditas dalam satu demplot dengan ragam perlakuan
  • Membuat analisa cash flow agar tahu komoditas mana yang memberi margin terbaik dengan risiko terendah
  • Menguasai kebutuhan dan keinginan pasar

Kiat-kiat tersebut diatas selalu disampaikannya saat memotivasi petani lain. Di dalam Rapim kiat-kiat tersebut mendapat banyak tanggapan dari peserta. (Bariot Hafif)

 

Artikel terkait