-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBK
PPID
TV-TANI
satu-layanan
pui-balittri
Pakar Kopi
WBS
Sigap UPG
SKM
Ejurnal
Lapor.go.id
perpus_digital
Saber Pungli
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 74 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1145539
Mengenal Tren Penelitian Biologi Sintetik di Dunia Internasional PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Cici Tresniawati   
Sabtu, 04 Juni 2016 09:40

Dalam rangka memahami tren riset ke depan, beberapa waktu yang lalu peneliti Balittri menghadiri Seminar International Synthetic Biology-Biosafety and Contribution to Adressing Societal Challanges: From Simplicity to Complexity. merupakan salah satu acara dari Workshop yang diselenggarakan oleh Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB yang bekerjasama dengan GenOK (Denmark) dan NIBIO (Norwegia). Seminar dihadiri peserta dari negara-negara anggota ASEAN, India, China, Madagaskar, Brazil, Afrika Selatan, Norwegia, dan Denmark.

Seminar Synthetic Biology - IPB

Biologi sintetis merupakan generasi terbaru dari biologi molekuler, menggabungkan beberapa ilmu dasar dan prinsip rancang bangun. Disiplin ilmu yang terkait adalah bioteknologi, biologi evolusi, biologi molekuler, sistem biologi, biofisika, teknik elektro, dan dalam banyak hal yang berkaitan dengan rekayasa genetika, produk atau organisme baru dapat diciptakan dengan cara editing gen.  Tujuan dari biologi sintetik adalah menciptakan sistem biologis yang baru, baik pada tingkat molekul, sel, atau organisme baru. Teknologi ini akan menghasilkan organisme-organisme sintetis baru yang sebelumnya tidak pernah ada di dunia ini.

Dalam bidang pertanian biologi sintetis menjadi salah satu alternatif untuk produksi pangan yang murah, energi terbarukan, perakitan varietas tanaman tahan cekaman biotik dan abiotik, dll.  Beberapa produk kesehatan seperti  produksi insulin dan vanilin diperoleh dari pemanfaatan proses biologi sintesis jamur (yeast).  Hal ini dapat dinilai mematikan usaha para petani yang menanam tanaman yang menghasilkan insulin dan vanilin (seperti kasus petani vanili di Madagaskar), sedangkan untuk pertanian produk yang beredar harus aman dikonsumsi, tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan di masa yang akan datang, oleh karena itu diperlukan kajian sosial ekonomii yang sangat mendalam.  Seperti halnya GMO, biologi sintetis dianggap kontroversi dan mendapatkan berbagai macam respons dari masyarakat terkait dengan etika dan adanya peluang penyalahgunaan seperti isu senjata biologi.

Produk biologi sintetis masih menjadi perdebatan di masyarakat walaupun sudah terdapat rambu-rambu yang tertuang dalam Protokol Cartagena tentang Keamanan Hayati internasional, serta pedoman nasional dan regional, undang-undang, dan hukum. (Cici)