-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
PPID
satu-layanan
perpus_digital
Sigap UPG
Ejurnal
Kalender Tanam
SKM

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 17 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 894990
Minyak Cengkeh dan Serai Wangi, Kendalikan Penyakit Pembuluh Kayu pada Kakao PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Kamis, 16 Juni 2016 07:55

Penyakit vascular streak dieback (VSD) atau penyakit pembuluh kayu pada kakao telah menjadi masalah serius dalam produksi kakao di Asia, termasuk Indonesia. Tanaman kakao yang terserang penyakit VSD menunjukkan gejala daun menguning, terutama daun kedua dan ketiga dari ujung, serta terdapat bercak-bercak hijau kecil yang berbatas tegas. Daun pada akhirnya gugur menyisakan ranting yang permukaannya berubah menjadi kasar dan kemudian mati. Bila tidak segera dikendalikan, penyakit pembuluh kayu dapat menyebabkan penurunan produksi bahkan kematian tanaman kakao.

Tanaman kakao yang terserang VSD (kiri) dan sehat (kanan)

 

Menurut Dr. Rita Harni, peneliti dari Kelti Proteksi Tanaman Balittri, salah satu alternatif unggulan dalam pengendalian penyakit VSD adalah aplikasi fungisida nabati. Sifatnya yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia menjadi nilai lebih dibandingkan dengan aplikasi fungisida sintetis. Bahan baku pembuatan fungisida nabati yang dikembangkan di Balittri berasal dari minyak nabati yang mudah ditemukan, seperti minyak cengkeh dan serai wangi.

Aplikasi fungisida nabati berbahan dasar minyak cengkeh dan serai wangi dengan dosisi 3 - 5%  pada saat daun muda muncul terbukti efektif menekan persentase dan intensitas serangan penyakit VSD. Keefektifan tersebut disebabkan kandungan komponen aktif turunan monoterpen seperti seperti eugenol, sinamaldehid, timol, dan lain-lain pada cengkeh. Minyak serai wangi mengandung senyawa sitronelal dan geraniol. Aktifitas  senyawa-senyawa  fenol pada tanaman bersifat sebagai anti jamur, sehingga mampu menekan pertumbuhan dan perkembangan jamur penyebab VSD bahkan pada akhirnya mati. Potensi tersebut perlu diuji coba lebih lanjut dan dinilai efektifitasnya dalam skala luas di lapangan.

 

Artikel terkait