-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Saber Pungli
SKM
WBS
Ejurnal
WBK
PPID
Kalender Tanam
Sigap UPG
perpus_digital
TV-TANI
satu-layanan
Lapor.go.id

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 33 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 976895

Warning: copy() [function.copy]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.pertanian.go.idimages/stories/lokakarya-3) [function.copy]: failed to open stream: No such file or directory in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674
Lokakarya Peningkatan Kapasitas Pekebun Melalui Produksi Komoditas Yang Berkelanjutan dalam Menghadapi Perubahan Iklim PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Handi Supriadi   
Sabtu, 22 Oktober 2016 16:53

Lokakarya "Peningkatan Kapasitas Pekebun Melalui Produksi Komoditas Yang Berkelanjutan dalam Menghadapi Perubahan Iklim" dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2016 di Hotel Borobudur, Jakarta.  Lokakarya tersebut terlaksana atas kerjasama Direktorat Jenderal Perkebunan dengan United Nation Development Program (UNDP). Peserta yang hadir berasal dari lingkup Ditjenbun, Badan Litbang Pertanian (Puslitbangbun dan Balittri), Kemenkeu, Kemen Koperasi dan UKM, Bappenas, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Bank NTT, UNDP, Puslitkoka, VECO, Pengusaha, dan Expert.

Lokakarya dibuka oleh Direktur Jenderal Perkebunan Ir. Bambang MM dan kata sambutan disampaikan oleh Director UNDP Mr. Christophe Bahuet.

 

Hasil Lokakarya adalah sebagai berikut :

  1. Kegiatan  "Peningkatan Kapasitas Pekebun Melalui Produksi Komoditas Yang Berkelanjutan dalam Menghadapi Perubahan Iklim" akan dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur selama 6-7 tahun dengan biaya  $ US 30 juta (berasal dari UNDP)
  2. Komoditas yang ditangani pada kegiatan tersebut meliputi kopi, kakao, jambu mete, kelapa, padi dan jagung.
  3. Kegiatan diutamakan untuk daerah/kelompok tani di NTT yang belum pernah mendapat pembinaan/bantuan dari pemerintah/swasta.
  4. Pelaksanaan kegiatan akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait, seperti Kementan, Pemda NTT, Perbankan, Koperasi, LSM/NGO, Pengusaha dan Gapoktan/Kelompok Tani.
  5. Fokus kegiatan diarahkan kepada Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim.
  6. Administrasi untuk pelaksanaan  kegiatan tersebut  masih diproses di Kementerian Keuangan.

Agar pelaksanaan kegiatan tersebut berhasil dengan baik dan berkelanjutan Balittri mengajukan beberapa saran, yaitu:

  1. Perlu dilakukan PRA untuk melihat potensi dan permasalahan yang ada di lapang.
  2. Ketersediaan air di lokasi kegiatan  harus mendapatkan prioritas utama mengingat NTT adalah daerah kering dengan 8 bulan kemarau dan 4 bulan hujan.
  3. Komoditas yang akan dikembangkan harus menggunakan varietas unggul yang berasal dari NTT, seperti Jambu Mete Populasi Ende dan Flotim, Kemiri Alor, Vanili Alor, dan Kelapa Adonara dan Sika.
  4. Perlu dikembangkan berbagai model pola tanam (seperti  jambu mete dengan kopi) dan model integrasi antara ternak dengan kebun yang paling menguntungkan bagi petani. (Dani)