-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
TV-TANI
satu-layanan
SKM
Lapor.go.id
Saber Pungli
WBS
Ejurnal
WBK
PPID
Kalender Tanam
perpus_digital

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 19 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 975386
Kopi Gayo yang Mendunia Ada di KP Gayo PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Yulius Ferry   
Jumat, 30 Desember 2016 09:38

Kebun Percobaan Gayo di Kabupaten Benar Meriah Provinsi Aceh, dibangun berdasarkan kerja sama Belanda dengan Indonesia tahun 1976-1986 dalam proyek IDAP untuk meningkatkan mutu dan produktivitas kopi di dataran tinggi gayo. Bersamaan dengan itu juga dibangun unit pengolahan hasil dengan kapasitas 15 ton kopi gelondong per hari. Pada tahun 1986 setelah kerja sama IDAP, dilanjutkan dengan proyek PPW-LTA-77, proyek tesebut selain melakukan pengolahan juga melakukan penyuluhan-penyuluhan dan pelatihan-pelatihan kepada petani untuk meningkatkan mutu dan produktivitas tanaman kopi di dataran tinggi gayo.

Pada tahun 1987 unit pengolahan diserahkan kepada Perusahaan Dagang (PD) Genap Mufakat, sedangkan unit penyuluhan dan pelatihan (kebun percobaan ) dilanjutkaan menjadi tempat penelitian dan pengembangan kopi arabika. Kebun Percobaan berubah menjadi Balai Penelitian Kopi (BPK) Gayo yang diresmikan oleh Menteri Muda Pertanian Prof. Dr. Syarifudin Baharsyah pada tahun 1992. Di bawah Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. Pada tahun 1996 BPK diserahkan kepada Departemen Pertanian dan dikelola oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh, kembali berubah menjadi Kebun Percobaan Gayo hingga sekarang.

  

Sampai saat ini di Kp Gayo telah mengoleksikan 50 varietas kopi arabika yang berasal dari dalam negeri (Aceh Tengah, Jawa, Puslit Koka, Papua, dan Sulawesi Selatan) serta luar negeri seperti India, USA, Brazil, Thailand, Queensland, dan Timor timur) dari koleksi tersebut telah dilepas 2 varietas kopi yaitu kopi gayo 1 dan kopi gayo 2. Kedua varietas tersebut telah tersebar hampir di semua dataran tinggi gayo sehingga terkenal dengan kopi gayo (kopi Aceh gayo).

Dalam menyambut pekan nasional pertanian (Penas tahun 2017) yang dilakukan di Aceh, KP gayo dijadikan salah satu tempat Agro wisata peserta penas yang berasal dari petani seluruh  di Indonesia dan  Asean, Untuk itu KP gayo melakukan pembenahan diri agar layak menjadi tempat kunjungan tersebut. Banyak harapan yang dibebankan kepada KP Gayo karena merupakan ikon kunjungan wisata manca negara ke Aceh.

Balittri sebagai salah satu Balai pemegang mandat penelitian dan pengembangan tanaman kopi, kakao, teh dan karet akan mencoba ikut andil dalam pembenahan tersebut.  Ka Balittri Ir. Syafaruddin, Ph.D dan Ka BPTP Aceh  Ir. Basri A Bakar, Msi pada akhir tahun 2016 atau 5 bulan menjelang Penas telah berkunjung ke KP gayo dan merencanakan beberapa pembenahan antara lain, perbaikan sarana perkantoran, penyuluhan dan akan menonjolkan koleksi tanaman kopi yang telah mendunia tersebut.