-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI
Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 26 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 874734
Workshop Komunikasi Publik Lingkup Kementan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Bariot Hafif   
Rabu, 01 Februari 2017 20:17

Bertempat di IPB International Conventian Center, pada tanggal 31 Januari 2017 dilaksanakan Workshop Komunikasi Publik dengan Tema “Penderasan Komunikasi Publik” oleh Biro Humas dan Informasi Publik Kementan yang dihadiri oleh Menteri Pertanian Amran Sulaeman. Seperti dikemukakan oleh Karo Humas Kementan, bahwa saat ini tidak lagi sesuai slogan “diam adalah emas, karena diam saat ini berarti tidak bekerja”. Oleh sebab itu, bagi Pranata Humas lingkup Kementan yang terpenting saat ini adalah menyampaikan informasi selengkap-lengkapnya terkait program dan kebijakan Kementan melalui berbagai kanal media sosial. Informasi yang disampaikan selain kontennya baik, juga baik secara tampilan, serta cepat dan tepat sasaran.

 

Seorang Pranata Humas Kementan harus aktif di media soial, karenanya harus memiliki akun setidak-tidaknya 4 media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube untuk institusi. Menteri Pertanian mengungkapan, informasi terkait berita hasil kinerja Kementerian Pertanian seperti Kebijakan Pembangunan Pertanian (Revisi Perpres terkait tender, refocusing anggaran, lelang jabatan, dan sebagainya), dan Implementasi Program Terobosan (bantuan alat mesin pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, sapi indukan wajib bunting, dan lain-lain) kalah oleh berita harga cabai naik, serangan antraks di Kulon Progo, dan berita negatif lainnya yang hanya bersifat lokal. Untuk mengimbangi informasi-informasi negatif tersebut, maka Pranata Sosial Kementan harus lebih aktif menginformasikan hasil-hasil kinerja atau informasi positif lingkup Kementan melalui media sosial.