-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

PPID
Kalender Tanam
perpus_digital
Sigap UPG
TV-TANI
satu-layanan
SKM
Lapor.go.id
Saber Pungli
WBS
Ejurnal
WBK

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 41 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 976806
Peningkatan Kapabilitas Petugas Benih Perkebunan Provinsi Sumatera Barat di Balittri PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Dewi Nur Rokhmah   
Jumat, 19 Mei 2017 09:00

Dalam rangka meningkatkan kapabilitas petugas benih perkebunan, beberapa petugas benih perkebunan dinas tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan provinsi Sumatera Barat mengikuti Bimbingan teknis (Bimtek) di Balittri. Bimtek berlangsung selama 3 hari yaitu 16-18 Mei 2017. Rombongan disambut oleh kepala Balittri, Ir. Syafaruddin, Ph.D. Dalam sambutanya kepala Balittri menyampikan bahwa Balittri akan memberikan yang terbaik sesuai kemampuan dan keahlian para peneliti. Kepala Balai juga berharap agar rombongan bimtek mampu menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para peneliti Balittri.


Kegiatan Bimtek diawali dengan penjelasan di kelas oleh para peneliti Balittri yang berkompeten di bidangnya. Peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan dan pemurnian varietas kopi, karet, kakao; perbanyakan bahan tanam kopi, kakao, karet secara konvensional dan non konvensional (embryogenesis somatic dan organogenesis); serta hama dan penyakit di pembibitan kopi, kakao, karet.

Agar peserta lebih memahami materi yang disampaikan, acara dilanjutkan dengan praktikum di lapangan dan laboratorium. Praktikum diawali di  Kebun Percobaan Pakuwon, kemudian dilanjutkan ke kawasan Agro Widyawisata Ilmiah (AWwI). Setelah itu peserta melakukan praktek perbanyakan bahan tanam kopi dan kakao secara embryogenesis somatic dan organogenesis di Laboratorium terpadu Balittri. Di laboratoium peserta juga melakukan praktek perbanyakan agens hayati dan pembuatan biofungisida. Peserta bimtek berharap ilmu yang diperoleh dari Balittri dapat diterapkan di lapangan dan dapat dimanfaatkan oleh para petani di Sumatera Barat.