Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Kalender Tanam
Ejurnal
SKM
Lapor.go.id
PPID
Saber Pungli
Sigap UPG
WBK
Pakar Kopi
pui-balittri
TV-TANI
perpus_digital
WBS
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 31 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1343408
Mereposisi Bioindustri dalam Pembangunan Pertanian Berkelanjutan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Samsudin   
Selasa, 05 September 2017 11:17

Pada tanggal 5 September 2017 bertempat di Hotel Noormans Semarang, Jawa Tengah telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan "Inovasi Bio Industri Pertanian ". Acara yang difasilitasi oleh Staf Ahli Menteri (SAM) Pertanian bidang pengembangan bioindustri Dr. Ir. Gardjita Budi M.Agr. ini dihadiri oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, perwakilan dari Biro Perencanaan, BPTP Jawa Tengah, beberapa instansi terkait dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, serta perwakilan kelompok tani andalan.

 

Acara dibuka oleh SAM bidang pengembangan bioindustri sekaligus memberikan arahan tentang pentingnya pengembangan bioindustri dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Beliau mengharapkan peran serta seluruh peserta FGD untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam mereposisi kembali program bioindustri yang sempat tersendat sejalan program upsus pajale.

Pada sesi pertama, perwakilan dari Biro Perencanaan Kementrian Pertanian menyampaikan beberapa kebijakan pengembangan bioindustri pertanian. Narasumber dari BPTP Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Agus Hermawan menyampaikan materi penjabaran dan implementasi bioindustri pertanian di tingkat petani di Jawa Tengah. Perwakilan dari Balittri, Dr. Ir. Samsudin, M.Si. menyampaikan materi diseminasi teknologi bioindustri perkebunan terutama bioindustri kopi dan kakao. Sementara itu Prof. Dr. Ir. Agus Kardinan, M.Sc dari Balittro menyampaikan peranan industri biopestisida terhadap pertanian berkelanjutan. Beliau lebih menekankan pada pentingnya mengurangi atau bahkan menghilangkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetik.

Pada sesi kedua disampaikan keberhasilan usaha bioindustri integrasi sayuran-ternak dari Magelang, integrasi kopi-ternak dari Boyolali dan integrasi padi-ternak dari Sragen. Poin penting yang menjadi kesimpulan dari acara FGD tersebut adalah reposisi program bioindustri pertanian untuk mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

 

Artikel terkait