Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Lapor.go.id
Saber Pungli
perpus_digital
Ejurnal
WBK
satu-layanan
LPSE
TV-TANI
SKM
Sigap UPG
pui-balittri
WBS
PPID
Pakar Kopi
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 22 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1667931
Implementasi Bio Industri di Kawasan Komoditas Strategis PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Asif Aunillah   
Selasa, 03 Oktober 2017 12:32


Dalam rangka mempercepat implementasi Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2015-2045, pada tanggal 3 Oktober 2017, bertempat di Hotel Belva, Bogor, dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan "Implementasi Bio Industri di kawasan komoditas strategis”. Acara ini di buka oleh Staf Ahli Menteri (SAM) Pertanian bidang pengembangan bioindustri Dr. Ir. Gardjita Budi M.Agr. Dalam sambutannya, SAM memberikan arahan tentang swasembada pangan yang telah dicanangkan perlu didampingi oleh pengembangan bioindustrinya. FGD ini diharapkan dapat mematangkan kembali konsep pengembangan bioindustri serta relevansinya terhadap komoditas berbasiskan strategis.

Pada sesi pertama, Ka Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc., menyampaikan kebijakan pengembangan bioindustri di kawasan pertanian. Ir. Rachmat Hendayana, M.S, mewakili dari BP2TP, menyampaikan materi kebijakan pengembangan bioindustri di kawasan pertanian. Prof. (Riset). Dr. Ir. Pantjar Simatupang, MS menyampaikan refocusing konsep pengembangan  sistem pertanian-bioindustri berkelanjutan. Dr. Delima Hasri Azahari menyampaikan tentang sistem pertanian terpadu (integrated farming system) pada ekosistem perkebunan sawit.

Pada sesi kedua disampaikan keberhasilan usaha bioindustri integrasipadi dan ubi oleh Kelompok tani Tetelar Desa Pasir Biru, Kec. Rancakalong, Kab. Sumedang dan dilanjutkan presentasi tentang Bioindustri berbasis tanaman hias oleh Kelompok Tani Sakura Kec. Sukaraja, Kab Sukabumi. Poin penting dari acara FGD tersebut mengkorporasikan petani melalui bioindustri.


 

Artikel terkait