-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
Lapor.go.id
Kalender Tanam
PPID
satu-layanan
Saber Pungli
SKM
WBS
TV-TANI
WBK
perpus_digital
Ejurnal

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 70 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 776499
Teknologi Informasi dan Komunikasi, Urat Nadi Inovasi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Arifa Chan   
Sabtu, 07 Oktober 2017 20:05

Mengedepankan kecepatan akses dan penyampaian informasi merupakan hal yang tidak dapat ditawar pada era digital saat ini. Berbagai sarana dan fasilitas, baik perangkat keras maupun lunak, yang tersedia memungkinkan tiap informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Namun demikian, pemanfaatan teknologi dan informasi yang dihasilkan harus mampu dioptimalkan tidak hanya dalam menderaskan informasi tetapi juga harus dapat berdampak pada suatu tatanan dan pola kerja yang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas.

Hal tersebut menjadi topik acara Koordinasi Pengelola Teknologi dan Komunikasi (TIK) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) yang dilaksanakan pada tanggal 4-6 Oktober 2017. Acara yang bertempat di Hotel Aria Centra Surabaya tersebut dihadiri 80 orang yang terdiri dari penanggung jawab dan pengelola TIK di unit kerja (UK) dan unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Balitbangtan.

Acara dibuka oleh Kasubbag Data dan Informasi, Bagian Perencanaan, Sekretariat Balitbangtan (Dhani Gartina, S.Kom, M.Kom) mewakili Sekretaris Balitbangtan yang memaparkan bahwa sebagai upaya mendukung pencapaian program strategis Kementan maka pemanfaatan TIK berpeluang untuk menjadi daya ungkit utama peningkatan produksi dan produktivitas. Pemanfaatan TIK telah mendapat apresiasi dan diakui berbagai pihak, serta menjadi tumpuan harapan era globalisasi saat ini. Untuk itu, Pengelola TIK harus mampu berkontribusi nyata dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, melalui pengembangan sistem informasi yang sesuai dengan tugas dan fungsi dari masing-masing Satker.

Acara dimulai dengan paparan narasumber dari Pusat Data dan Informasi Kementan, Aryo Wicaksono, S.Kom, MM., mengenai strategi penguatan dan tata kelola teknologi Informasi di lingkup Kementan yang sesuai dengan Permentan No. 51 tahun 2016 tentang pengelolaan email, website, aplikasi dan infrastruktur, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM), yang dilanjutkan dengan paparan dari Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Nandi Hendriana, ST, M.Kom, mengenai implementasi pengelolaan informasi sesuai dengan UU no. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik berserta turunannya, seperti Permentan No. 32 tahun 2011 serta Permentan No. 25 tahun 2016 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik.

Turut hadir pada acara tersebut Wahyu Aji, CEO Good News For Indonesia, yang menyampaikan materi penyajian informasi yang menarik, punya nilai, dan berguna serta bagaimana mengemas suatu informasi menjadi positif melalui content sharing di berbagai media sosial. Hal ini tidak terlepas dari tujuan penderasan informasi positif kepada publik yang cepat dan tepat sasaran.

Selanjutnya Andri Yadi, Co Founder sekaligus CEO Dycode - salah satu pemain awal industri aplikasi mobile (modern) di Indonesia - dan DycodeX (anak perusahaan DyCode) - support maker movement seputar perangkat keras/elektronik yang memungkinkan adopsi Internet of Things (IoT), menjelaskan adopsi IoT pada dunia pertanian dalam technical perspective.

Diakhiri dengan paparan laporan perkembangan, rencana, konsep, dan strategi pengembangan sistem Informasi/aplikasi dalam pembangunan pertanian dan pengelolaan informasi inovasi pertanian oleh masing-masing UK/UPT lingkup Balitbangtan.

Acara ditutup dengan paparan dari Kasubbag Data dan Informasi, Bagian Perencanaan, Sekretariat Balitbangtan yang  menyampaikan bahwa bahwa seluruh jajaran UK/UPT Balitbangtan harus selalu mencermati dinamika lingkungan strategis dalam melakukan reorientasi kebijakan penelitian/pengkajian dan pengembangan pertanian ke depan (improvement of quality), sehingga dapat lebih kontributif dalam mewujudkan program strategis Kementerian Pertanian dan Nawacita pemerintah Republik Indonesia. (Arifa Chan/Sunar Tiyono)