-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
TV-TANI
satu-layanan
SKM
Lapor.go.id
Saber Pungli
WBS
Ejurnal
WBK
PPID
Kalender Tanam
perpus_digital

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 23 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 975400
Menjejak Rimbunnya Kebun Petani Kopi di Ciwidey PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Gusti Indriati   
Minggu, 15 Oktober 2017 15:58

Pagi menjelang siang itu (13/10/2017), tim peneliti Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) sampai di kebun kopi milik petani di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di sepanjang perjalanan mendekati lokasi yang bergunung-gunung, selain kopi, nampak pula hamparan kebun teh, stroberi, serta sayur mayur yang dikelola oleh masyarakat. Udara yang sejuk segar diimbangi kehangatan dan keramahtamahan petani di Desa Tenjolaya menyambut kedatangan Ir. Gusti Indriati, M.Si. (peneliti proteksi tanaman), Ir. Handi Supriadi (peneliti ekofisiologi), dan kawan-kawan. Pengamatan pada tanaman kopi yang sedang berbuah dan perbincangan santai ditemani oleh Bapak Dedi dan Bapak Wawan, selaku ketua dan sekretaris kelompok petani kopi Itikurih, serta Bapak Dede dan Bapak Aseng, petani kopi setempat.

Desa Tenjolaya berada pada ketinggian lebih dari 1200 mdpl. Menurut keterangan dari Bapak Dedi, kelompok tani Itikurih di Desa Tenjolaya mengelola usaha kopi arabika mulai dari hulu (penangkar benih) sampai hilir (produsen kopi olahan dengan merk Katenjo). Selain itu juga memproduksi pupuk organik dengan memanfaatkan limbah kopi sebagai salah satu bahan campurannya. Varietas kopi yang dibudidayakan diantaranya sigararutang, lini S 795, ateng dan timtim (masih dalam tahap pembibitan). Teknik budidaya yang telah diterapkan oleh petani pada kebun kopinya meliputi pemupukan, pemangkasan, pembuatan rorak, serta pengendalian hama dan penyakit.

Bapak Wawan yang juga merupakan penggagas kelompok tani Itikurih menyampaikan rasa terima kasih dan gembiranya atas kunjungan semacam ini, karena permasalahan yang dihadapi oleh petani dapat diketahui secara langsung oleh peneliti. Di lain pihak, peneliti juga berharap dapat menghasilkan teknologi pertanian yang sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan, sehingga bermanfaat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani. (Gusti Indriati/Handi Supriadi/Arlia Dwi Hapsari)