-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBK
perpus_digital
Ejurnal
Lapor.go.id
Sigap UPG
Kalender Tanam
PPID
satu-layanan
Saber Pungli
SKM
WBS
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 29 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 776274
Coaching Clinic Kopi pada Acara Smart and Fresh Market PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Elsera BR Tarigan   
Senin, 13 November 2017 08:13

Balitbangtan sebagai institusi riset tidak hanya berperan untuk menghasilkan teknologi, produk inovasi dan varietas, tetapi  juga  berkewajiban berperan aktif untuk mengenalkannya ke masyarakat. Untuk memenuhi kewajiban tersebut, Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) mengadakan kegiatan mingguan yang disebut dengan Smart and Fresh Market. Pada acara tersebut, tidak hanya menampilkan produk inovasi namun juga disertai dengan beragam pelatihan seperti hidroponik, kultur jaringan serta program terbaru yaitu Coaching Clinic mengenai kopi. Coaching clinic ini perdana diadakan pada tanggal 12 November 2017 yang dibuka secara simbolik oleh Kepala BPATP Ibu Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si. yang memberikan apresiasi dan terimakasih kepada para peserta yang sudah hadir. Peserta yang hadir dalam pelatihan tersebut berasal dari mahasiswa, pelajar (Pramuka), pengusaha dan pecinta kopi.


Sesi pertama terkait sejarah dan citarasa kopi yang dibawakan oleh Muhammad Eka Pramudita, merupakan cupper dan juga owner kafe Kemenady. Pada sesi tersebut dilakukan praktek cupping dan brewing  kopi yang Arabika yang berasal dari Flores, Bogor, Argopuro dan juga kopi Liberika yang merupakan produksi dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri).  Sesi ke dua yaitu materi pascapanen yang dibawakan oleh Elsera Br Tarigan (peneliti Balittri) dan yang terakhir adalah sesi Budidaya Kopi yang dibawakan oleh Handi Supriadi (peneliti  Balittri). Pada saat sesi diskusi, antusiasme peserta sangat tinggi terkait kopi dari hulu ke hilir.

Kegiatan diseminasi teknologi dan inovasi pertanian berupa pelatihan seperti  meningkatkan wawasan pertanian dan juga mengakselerasi adopsi inovasi oleh masyarakat luas sehingga pada akhirnya akan meningkatkan mutu pertanian Indonesia.

 

Artikel terkait