Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Lapor.go.id
PPID
Kalender Tanam
satu-layanan
TV-TANI
WBS
Saber Pungli
WBK
Ejurnal
perpus_digital
SKM
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 7 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 743992
Disbun Sumsel Undang Breeder Kopi Balittri untuk Kejayaan Kopi Sumatera Selatan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Nendyo Adhi Wibowo   
Kamis, 16 November 2017 17:20

Pesona alam Sumatera Selatan dengan indahnya perbukitan dan danau yang menawan dengan hamparan perkebunan kopi tentunya menarik perhatian banyak orang. Dalam rangka memperkenalkan pesonanya, terutama komoditas kopinya, Dinas Perkebunan Sumatera Selatan mengundang para breeder kopi dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) untuk bersama-sama mengangkat “Kejayaan Kopi Sumatera Selatan”.

 


Provinsi Sumatera Selatan dikenal sebagai salah satu sentra utama penghasil kopi di Indonesia dengan luas areal keseluruhan mencapai 249.510 ha (20,29%) dan produksi mencapai 110.351 ton pada tahun 2015 (17,29%).  Tim peneliti Balittri bersama Tim dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Kabupaten Sumatera Selatan ( 7–11 November 2017) melaksanakan kegiatan observasi pertanaman kopi. Dalam pelaksanaannya tim dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Kabupaten Lahat (Ir. Syafaruddin, Ph.D dan Dani, MSc), Kabupaten Muara Enim (Dr. Meynarti SDI dan Ir. Enny Randriani), dan Kabupaten OKU Selatan (Nendyo AW, M.Biotech dan Ilham NAW, MSi).

 


Kegiatan ini mengikuti pola pengamatan/observasi sesuai dengan tatacara yang sudah ditentukan. Dari masing-masing kabupaten menunjukkan keragaan pertanaman seperti terlihat pada gambar-gambar tersaji.

 

 


Hasil kegiatan  tim di beberapa lokasi di Kabupaten Lahat, Muara Enim, dan OKU Selatan menunjukkan bahwa sebagian populasi tanaman kopi Robusta milik petani sudah direhabilitasi menggunakan teknik sambung tunas/cabang plagiotrop (tak–ent). Oleh petani setempat teknik rehabilitasi tanaman kopi tersebut dikenal dengan istilah “Kopi Setek”. Tunas/cabang plagiotrop (cabang produksi) yang berasal dari pohon induk terpilih disambungkan pada batang bawah berupa tanaman dewasa yang kurang produktif dan umurnya bervariasi dari 10 tahun hingga 70 tahun. Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat beberapa klon yang potensial untuk ditindaklanjuti sebagai kandidat dalam program pelepasan varietas unggul.

 

 

Artikel terkait

script type="text/javascript"> $(document).ready(function(){ $('body').append(""+""); });