Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Saber Pungli
Ejurnal
perpus_digital
Sigap UPG
PPID
Lapor.go.id
Kalender Tanam
SKM
satu-layanan
WBK
TV-TANI
WBS

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 34 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 759369
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kakao PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Syafaruddin   
Sabtu, 18 November 2017 18:50

Sebagai salah satu primadona perkebunan, kakao mempunyai peran yang cukup strategis bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Tentunya sebagai primadona, seyogyanya harus terus  dibenahi, terutama terkait permasalahan-permasalahan terkait komoditas satu ini.


Sejauh ini Indonesia terus menjadi pelaku dalam industri perkakaoan dunia. Dalam hal produktivitas, Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga dunia, setelah Pantai Gading dan Ghana. Upaya untuk menaikkan ranking dunia ini tidak hentinya dilakukan oleh pemerhati kakao.

 

Areal pengembangan dan produksi kakao Indonesia meningkat pesat pada dekade terakhir yang secara nasional dipusatkan di wilayah Sulawesi. Permasalahan yang dihadapi petani kakao di Indonesia, antara lain serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), penurunan tingkat produktivitas, rendahnya mutu kakao, dan budidaya tanaman yang kurang tepat.  Produktivitas biji kering jauh dari tingkat produksi yang diharapkan.

Terkait hal di atas, maka pada hari Sabtu, tanggal 18 November 2017 dilakukan acara peletakan batu pertama Pusat  Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kakao milik Mars Indonesia di Pangkep, Sulsel. Dihadiri oleh Bpk Wakil presiden RI, Bpk Mentan, Bpk Gubernur Sulsel, Bpk Kabalitbangtan,  wakil dari beberapa universitas dan semua pihak yang terlibat.


Pembangunan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kakao di Pangkep, Sulawesi Selatan bertujuan untuk bersumbangsih dalam mengatasi permasalahan kakao Indonesia yang  tentunya bekerjasama dengan lembaga riset lainnya, seperti Badan Litbang Pertanian, khususnya Balittri yang memiliki mandat komoditas kakao.


Pada kesempatan ini ditandangi nota kesepahaman antara Mars Indonesia dan Balitbangtan, Mars Indonesia dan Universitas Hasanuddin serta Mars Indonesia dan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan. Semoga nota kesepahaman ini akan berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi khususnya riset terkait perkakaoan di Indonesia untuk semakin meningkatkan pengembangan kakao, sehingga program peningkatan produksi kakao Indonesia untuk percaturan dunia dapat tercapai. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penanaman kakao oleh masing-masing pejabat.

 
script type="text/javascript"> $(document).ready(function(){ $('body').append(""+""); });