-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG
satu-layanan
Ejurnal

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 35 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 897393
Menghasilkan dan Membangun Semangat Inovasi melalui Informasi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Arifa Chan   
Kamis, 07 Desember 2017 22:09

Pada  hari Kamis (7/12/2017) telah dilaksanakan “Workshop Penderasan Informasi Melalui Media Sosial”. Acara yang berlangsung di Auditorium lantai 4 Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) tersebut dihadiri Kepala Bidang, Kepala Seksi, tim Production House Balitbangtan, tim website Balitbangtan, dan staff administrator media sosial seluruh Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis di lingkup Balitbangtan.

Dalan sambutannya, Sekretaris Balitbangtan, Prama Yufdy, berpesan agar para peserta dapat move on dengan teknologi informasi terkini dan memiliki kesadaran untuk menderaskan serta wajib menyampaikan informasi  hasil inovasi maupun aktivitas-aktivitas di Kementerian Pertanian.

Turut hadir pada acara tersebut CEO Provetic, Iwan Setiawan, selaku narasumber yang memaparkan strategi komunikasi kebijakan yang efektif melalui media sosial. Dalam paparannya Iwan menjelaskan bagaimana kekuatan media sosial mampu menggiring dan membentuk opini publik tanpa mengenal batasan usia, profesi, gender, etnis, dan keberagaman lainnya jika disampaikan dengan tepat sesuai rata-rata audiens.



Selanjutnya Iwan mengingatkan, media sosial adalah komunikasi dua arah yang artinya bukan hanya “Content is A King” tetapi juga engagement dari audiens seperti like, dislike, share, dan comment. Hal ini menyebabkan sebuah konten atau pesan yang disampaikan dituntut tidak hanya menyentuh otak  saja, tetapi juga hati para audiens. Maka kemampuan membaca trend media sosial saat ini mutlak diperlukan dalam menyampaikan pesan. Pesan yang disampaikan diusahakan dapat menyentuh konten-konten yang saat ini trending di Indonesia, seperti: Fashion (dresses, shoes, accesories, wearable), health concern (gym, sport), traveling (flight, snorkling, diving, hiking, camping, outbound), kuliner (coffee, fancy foods), interior (resident, commercial place), dan landscape (land mark, public place, public services).

Untuk itu diperlukan sebuah upaya-upaya terstruktur dalam menjalankan media sosial. Langkah awal yang diperlukan adalah menentukan grand narration untuk fondasi tujuan dan pelaksanaan. Kemudian menentukan campaign strategy seperti segmentasi audiens, menentukan brand archetype untuk  membentuk “kepribadian” (Personafication), dan membentuk digital headquarter yaitu mengkhususkan orang-orang untuk fokus pada media sosial.

Langkah selanjutnya adalah membentuk Digital Asset Policy (Number of post per day, Language, Tone, Word Selection, General Theme, dan posting style) dibantu oleh layer pendukung seperti content strategy, content management, content database, dan tactical activity yang terdiri dari para editor, kontributor, design grafis, tenaga IT, tenaga PR, dan tenaga ahli substansi konten. Dan sebagai langkah terakhir adalah bagaimana strategi komunikasi yang ingin dibangun, hal ini menuntut media sosial tidak hanya sebagai penyampaian informasi tetapi juga harus bersifat persuasif.

Diharapkan pada workshop kali ini, selain menghasilkan inovasi dan menginformasikannya, Balitbangtan mampu mengedukasi dan membangun semangat inovasi kepada generasi selanjutnya sehingga sejarah, ilmu pengetahuan, dan apa yang telah dihasilkan dapat terekam serta "berlanjut dan dilanjutkan" oleh generasi penerus. (Arifa Chan)