-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

TV-TANI
Lapor.go.id
Kalender Tanam
PPID
SKM
perpus_digital
WBS
Saber Pungli
satu-layanan
WBK
Sigap UPG
Ejurnal

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 16 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 806669
Menabur Ilmu Kopi untuk Kalimantan Barat PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Intan Nurhayati dan Dewi Nur Rokhmah   
Rabu, 13 Desember 2017 12:52

Pada hari Selasa, 12 Desember 2017, Balittri menjadi tuan rumah tujuan fieldtrip yang merupakan rangkaian Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Tenaga Pengawas Benih Khusus Komoditi Lada, Cengkeh, Kopi dan Kakao di Balai Penelitian Rempah dan Obat, Bogor.  Para peserta berasal dari Balai Perbenihan Tanaman Perkebuan (BPTP) Dinas Perkebunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dra. Nur Maslahah  selaku pendamping peserta dari Balittro, menyampaikan maksud dan kedatangan fieltrip ini, yaitu untuk memperdalam wawasan tentang komoditas kopi dan kakao, terutama dalam hal perbenihan.

Dr Samsudin selaku Ka Sie Jaslit Yantek menyambut sekaligus menyampaikan selayang pandang Balittri, di antaranya varietas-varietas kopi, kakao, dan teh yang telah dilepas dan inovasi teknologi yang telah dihasilkan.  Selanjutnya Dr Samsudin mengupas seluk-beluk kopi meliputi pengenalan varietas kopi robusta, arabika, dan liberika serta  upaya perbenihannya yang sedang digarap oleh Balittri.


Untuk memperoleh wawasan lapang mengenai perbenihan kopi dan kakao, acara bimtek kemudian dilaksanakan di Agrowidya Wisata Ilmiah (AWwI) dimana peserta memperoleh pelatihan secara langsung mengenai perbenihan kopi dan kakao.   Masih didampingi oleh Dr Samsudin, disana peserta diajak “menjelajah” lokasi perbenihan Balittri sekaligus belajar teknik-teknik pebanyakan kopi melalui setek berakar.  Para peserta yang merupakan pengawas benih tersebut  mengikuti dengan seksama dan dan satu per satu mempraktekkan pembuatan cuttings sebagai bahan stek berakar kopi, sambil diselingi tanya jawab mengenai perbenihan kopi.

Seperti biasa, peserta kemudian “mampir” di unit Bioindustri Kopi dan Kakao untuk melihat proses pengolahan  kakao dan produk olahan kopi dan kakao.   Mereka sangat menyukai produk olahan yang dihasilkan dan bahkan tak segan memborongnya  untuk dinikmati kemudian.