Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Lapor.go.id
PPID
Kalender Tanam
satu-layanan
TV-TANI
WBS
Saber Pungli
WBK
Ejurnal
perpus_digital
SKM
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 49 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 741789
Taman Teknologi Pertanian Bandung Berbasis Tanaman Kopi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Dibyo Pranowo   
Senin, 26 Februari 2018 13:07

Pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP) difungsikan sebagai pusat penerapan teknologi. Bidang yang dikembangkan bisa bervariasi meliputi pertanian, peternakan, perikanan dan bahkan sampai pada pengolahan hasil atau proses pasca panen, yang mestinya telah dikaji oleh lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan swasta untuk diterapkan dalam perkembangan ekonomi masyarakat luas.


Lokasi calon TTP Kopi Bandung ini terletak di lereng Gunung Wayang, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Berada pada ketinggian tempat sekitar 1300 m dpl, menjanjikan kesejukan udara yang segar dengan panorama yang indah.  Dengan luas kawasan kurang lebih 3000 ha, menjadi suatu wilayah yang sangat memadai sebagai pusat pengembangan teknologi dan sarana-sarana pendukung lainnya. Penentuan lokasi diawali dengan survey pada tiga wilayah, yaitu: Sumedang, Ciwidey, dan Kertasari. Dengan berbagai pertimbangan matang, maka akhirnya dipilih Kertasari.


Survey dilakukan oleh tim dari Pemda Kabupaten, Balai Penelitian Teknologi Pertanian Jabar, Dinas Perkebunan Provinsi Jabar, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, dan tentunya Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri). Setelah lokasi ditetapkan, maka pengamatan lebih detail sangat diperlukan, terutama terhadap status lahan yang akan digunakan sebagai tempat TTP Kopi. Berhubung lahan seluas 6 ha tersebut merupakan milik Pemda Bandung, maka dilakukan pengecekan langsung ke Bupati Bandung. Untuk pemantapan kegiatan, maka dilakukan diskusi dengan Bupati Bandung beserta jajarannya yang dilanjutkan dengan tinjauan dan diskusi di lapangan calon lokasi TTP Kopi. Saat diskusi lapang, turut serta konsultan perencana yg akan membuat tata ruang TTP. Disamping akan dibangun TTP Kopi, juga akan dibangun tempat pembenihan kopi arabika dan tempat pelatihan budidaya yang jaraknya berdekatan dengan lokasi TTP (sekitar 2 km).


TTP memadukan dan mensinergikan petani, masyarakat, peneliti, dan pemda bersama-sama dalam mengembangkan inovasi. TTP Kopi ini nantinya diharapkan menjadi model percontohan kawasan pertanian terpadu yang memanfaatkan inovasi teknologi berbasis tanaman kopi, sumberdaya lokal, dengan konsep agrowidya wisata. Potensi-potensi lokal ini harus dikembangkan, sehingga dapat menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Artikel terkait

script type="text/javascript"> $(document).ready(function(){ $('body').append(""+""); });