-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG
satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 20 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 899910
Teh Pagilaran, Plasma Nutfah Tersembunyi yang Menjanjikan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Syafaruddin   
Senin, 05 Maret 2018 10:28

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Balittri dan Fakultas Pertanian UGM beberapa waktu lalu (Inisiasi Kerjasama Riset Balittri dengan Fakultas Pertanian UGM), maka kerja aksi tim dimulai untuk melaksanakan tahapan pelepasan varietas unggul teh Pagilaran yang direncanakan pada bulan Oktober 2018. Kali ini tim fokus pada pendataan semua persyaratan yang diminta untuk pendaftaran varietas teh Pagilaran, untuk melengkapi deskripsi klon-klon yang akan diajukan dalam sidang pelepasan.

Dimulai dari diskusi singkat dengan beberapa staf pengajar dan mahasiswa UGM pada hari Kamis, 1 Maret 2018. Diskusi informal ini membahas tahapan-tahapan kerja yang akan diprioritaskan pada saat kunjungan langsung ke lapangan pada hari-hari berikutnya, yaitu Perkebunan Teh Pagilaran milik UGM.  Perkebunan teh ini berlokasi di  Kabupaten Batang,  sekitar 5 jam perjalanan darat dari kota Yogyakarta, dengan luas sekitar 1.113 ha dan terbagi pada tiga afdeling, yaitu Pagilaran (1.000 mdpl), Kayu Landak (1.300 mdpl), dan Andongsili (1.600 mdpl) dengan ketinggian tempat sebagai pembeda. Calon-calon varietas unggul ini ditanam rapi di ketiga afdeling tersebut. Hibrida-hibrida ini terlihat tumbuh subur dengan performa tersendiri, tentunya tidak lepas dari tampilan kombinasi antara tetua-tetua persilangannya.

Pengkajian lapangan ini menyiratkan banyak sekali peluang kerjasama yang akan dilakukan. Hasil pengamatan oleh para dosen dan mahasiswa S1, S2 dan S3 yang meneliti teh ini, menunjukkan banyaknya potensi genetik teh yang ada di Pagilaran, seperti cita rasa dan juga ketahanan terhadap hama dan penyakit. Berdasarkan informasi dari pihak UGM, perkebunan teh Gambung dan teh Tambi juga ada yang berasal dari Pagilaran dan keduanya sudah melepas beberapa varietas, sedangkan Pagilaran sekarang dalam proses penggarapan. Semoga langkah besar yang diambil UGM dengan menggaet Balittri sebagai mitra untuk pelepasan varietas teh Pagilaran dapat membuahkan hasil sesuai dengan ekspektasi, dan menjadi pemicu untuk kerjasama berikutnya di masa yang akan datang.

Istilah tea break menjadi sangat nyata pada saat kunjungan lapangan ini dilakukan, dimana pada jeda kegiatan, kami disuguhi berbagai aroma dan cita rasa teh segar yang diracik langsung oleh peracik handal dari Perkebunan Teh Pagilaran. Konon, sang peracik ini sudah lama pensiun secara kedinasan, tapi tetap dikaryakan sebagai tenaga ahli untuk penentu cita rasa. Hal ini menunjukkan bahwa keahlian spesifik seperti ini memang tak lekang oleh waktu dan akan tetap dipakai sampai kapanpun. Kenikmatan cita rasa teh segar menjadi penambah semangat berdiskusi dalam udara dingin. Keakraban UGM dan Balittri kian terasa saat tekad kebersamaan dicetuskan untuk kemajuan teh Indonesia. Kedua belah pihak sepakat akan memberikan yang terbaik untuk negeri. Langkah nyata awalnya adalah dengan program pelepasan varietas unggul teh Pagilaran.