-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 11 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 876712
Pan-Asia Farmers Exchange Program: Share, Exchange and Promote PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Syafaruddin   
Rabu, 14 Maret 2018 13:41

Pan-Asia Farmers Exchange Program adalah sebuah platform berbagi ilmu dan pengalaman di bidang bioteknologi pertanian khususnya tanaman. Program ini merupakan acara tahunan yang dimulai sejak tahun 2007.  Untuk ke duabelas kalinya acara ini dilaksanakan tepat di ibukota Philipine, Manila, pada tanggal 12-16 Maret 2018. Acara ini diorganisir oleh CropLife Asia, CropLife Philippine dan gabungan dari beberapa perusahaan atau pemerhati di bidang bioteknologi.


Melalui berbagai kegiatan, semua peserta diajak untuk mengenal lebih jauh dan berbagi pengalaman mengenai perkembangan tanaman hasil ilmu bioteknologi, peraturan-peraturan pemerintah, dan bagaimana mengelolanya sampai ke level petani. Diharapkan, para petani dan stake holders lainnya dapat menambah ilmu pengetahuan terkait hal di atas dan menjalin kerjasama internasional dengan semua pihak yang terlibat.

Acara di hari pertama diawali dengan welcome remarks dari Direktur Eksekutif CropLife Philippine, Dr. Edilberto de Luna, kemudian dilanjutkan selayang pandang oleh Sekjen untuk Kebijakan, Perencanaan, Peraturan dan R&D Kementerian Pertanian Philippine, Dr. Segfredo Serrano. Perkenalan masing-masing negara peserta menjadi topik acara berikutnya. Diikuti oleh penyampaian latar belakang diadakannya acara Pan-Asia Farmers Exchange Program 2018 oleh Direktur Bidang Bioteknologi, CropLife Asia, Dr. Sonny Tababa.

Pada sesion "Country Representatif: Sharing of Country Experiences on Agri-Biotech" sebanyak 12 negara peserta, yakni Australia, China, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Pakistan, Philippine, Singapore, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Kepala Balittri, Ir. Syafaruddin, Ph.D mewakili Indonesia menyampaikan pemaparan tentang perkembangan terkini dan regulasi terkait bioteknologi tanaman di Indonesia. Sesi ini dibagi 4, dan setiap penyajian tiga presenter dilakukan sesi tanya jawab. Resume dari semua pembicara dan diskusi, dirangkum secara komprehensif oleh Dr. Sonny Tababa.

Banyak hal yang dipelajari sampai dengan hari kedua pelaksanaan kegiatan. Mulai dari lektur oleh para pakar di bidang bioteknologi, pemerhati dan pembuat kebijakan sampai pada taraf bagaimana kita menyikapi keberadaan tanaman-tanaman hasil rekayasa genetik. Semuanya harus disikapi dengan bijaksana dan didasarkan pada kehati-hatian bukan pada ketakutan.

 

Artikel terkait