-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
PPID
satu-layanan
perpus_digital
Sigap UPG
Ejurnal
Kalender Tanam
SKM

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 10 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 894972
Pertemuan Teknis Perbenihan Kopi Arabika Java Preanger PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Samsudin   
Kamis, 22 Maret 2018 15:08

Bertempat di Aula Kantor BPPBP, Dinas Perkebunan Jawa Barat, Jl. Arcamanik No. 106 Sindanglaya, Bandung pada hari Kamis 22 Maret 2018 telah dilaksanakan acara Pertemuan Teknis Perbenihan Kopi Arabika Java Preanger. Acara tersebut diikuti oleh lebih kurang 50 orang peserta yang merupakan perwakilan dari 8 kabupaten di Jawa Barat.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat, Arief Santosa, SE., M.Sc dan diisi oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) yang menyampaikan Permentan No. 50 dan Kepmentan No. 319 tahun 2015 dan dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) yang menjelaskan teknis perbenihan kopi Arabika. Kepala Dinas Perkebunan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kopi Arabika Java Preanger telah mendapatkan Indikasi Geografis (IG) yang diharapkan akan mendorong para pelaku perkopian di tatar sunda untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Secara khusus beliau mendorong para pekebun, petugas di daerah dan pelaku usaha di bidang perkopian untuk berkolaborasi dengan Balittri yang merupakan Lembaga Pemerintah di Kementerian Pertanian yang mendapat mandat mengurusi komoditas kopi dan juga masih berada di wilayah Jawa Barat.

Narasumber dari Balittri Dr. Ir. Samsudin, M.Si menyampaikan teknis produksi benih kopi Arabika berdasarkan Petunjuk Teknis yang dikeluarkan oleh Balittri tahun 2017. Beberapa inovasi teknologi perbenihan kopi Arabika yang dinilai sebagai terobosan baru oleh para peserta pertemuan antara lain: kontruksi rumah benih yang dibuat dari baja ringan (CNP), penggunaan plastik dasar untuk mencegah gulma dan patogen tular tanah, pemindahan benih dari persemaian pada fase kecambah, penggunaan pupuk hayati dan biofungisida yang berbahan aktif agens hayati.

Salah seorang peserta yang merupakan penangkar benih kopi menyampaikan kekhawatirannya dengan adanya program perbenihan perkebunan swakelola akan menyingkirkan peran penangkar di daerah. Menanggapi keluhan tersebut Ir. Taswianingsih, M.P. yang merupakan Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Perkebunan di Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan menyatakan benih dari penangkar akan terserap oleh pasar, dikarenakan kebutuhan akan benih kopi di Jawa Barat cukup tinggi.

Pada momentum acara pertemuan ini juga digunakan oleh Dr. Samsudin yang juga merupakan Kepala Seksi Pelayanan Teknis dan Jasa Penelitian Balittri untuk melakukan koordinasi penyaluran benih kopi Arabika yang diproduksi Balittri melalui APBN-P tahun 2017 sebanyak 657.900 benih yang rencananya akan didistribusikan seluruhnya di wilayah Jawa Barat. Semoga kerjasama dan sinergitas seluruh stakeholder perkopian khususnya di Jawa Barat semakin solid untuk memajukan kopi Arabika Java Preanger.