-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

PPID
Sigap UPG
satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam
SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 16 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 897663
Berburu kopi robusta unggul di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Ilham N. A. Wicaksono & Nendyo Adhi Wibowo   
Jumat, 06 April 2018 22:54

Indahnya panorama Danau Ranau ternyata bukan satu-satunya daya tarik di OKU Selatan. Citarasa kopi Robusta ternyata sudah menggema di pelosok Sumatera Selatan dan sekitarnya sejak jaman kolonial dengan sebutan "kopi ranau". Patut disayangkan nama besarnya belum dibarengi dengan klon unggul yang sudah dilepas. Untuk itu, pada tanggal 26 sampai 29 Maret 2018, Dinas Perkebunan Sumatera Selatan bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) melakukan eksplorasi di OKU Selatan untuk memperoleh klon kopi Robusta unggul. Tim yang berangkat terdiri dari staf Dinas Perkebunan provinsi Adji Widjianto beserta dua breeder kopi dari Balittri yaitu Nendyo Adhi Wibowo, M.Biotech. dan Ilham N.A. Wicaksono, M.Si.

Sesampainya di Muara Dua, tim diterima oleh Kadis Pertanian Kabupaten OKU Selatan Ir. Asep Sudarno, M.Si. beserta Kabid Perkebunan Evi Yanti, SP., MM. Ditemani suguhan kopi ranau, Kadis mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Perkebunan provinsi dan sangat berharap ada klon unggul yang muncul di kabupaten ini. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dibangun kebun induk kopi Robusta, sehingga alangkah bagusnya bila klon yang digunakan adalah klon unggul lokal yang jelas teruji di wilayah tersebut. Dari dinas kabupaten, tim memperoleh tambahan dua anggota yaitu Juli dan Robby. Keduanya cukup paham akan seluk beluk kopi di OKU Selatan.

Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam dari Muara Dua, tim akhirnya sampai di lokasi yaitu kecamatan Banding Agung. Dari hasil penelusuran, diperoleh dua Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan 30 Pohon Induk Terpilih (PIT). Di BPT pertama milik Bugel yang berlokasi di Desa Talang Agung, tim memperoleh 2 klon kopi unggul dengan 20 PIT. Klon tersebut adalah Bugel dan Marjuki Buah Besar. Di BPT yang kedua milik Makum di desa Air Rupik hanya diperoleh satu klon dengan 10 PIT. Nama klonnya adalah Marjuki Buah Kecil. Penamaan klon mengacu pada nama pengembang pertama kopi tersebut.

 

Data yang dicatat meliputi informasi pemilik kebun, asal–usul genetik, sebaran populasi, teknik perbanyakan, karakter daya hasil, dan karakter penciri morfologi (percabangan, daun dan buah). Tim mendeteksi lokasi dengan alat Global Positioning System (gps) supaya lokasi individu PIT dapat terpetakan dengan jelas. Sampel daun juga diambil sebagai bahan uji molekuler. Hasil kegiatan menunjukkan peran petani cukup besar dalam pengembangan klon sesuai kaidah pemuliaan atau "participatory plant breeding". Adanya proses seleksi dan pengembangannya secara vegetatif sudah mencerminkan hal tersebut. Potensi produksi sudah mulai terlihat walaupun cuaca masih kurang bersahabat. Tim berharap data panen/produksi untuk tiap PIT dapat terekord dengan baik. Untuk itu perlu diatur jadwal observasi lanjutan yang tepat supaya data yang terkumpul komprehensif. Dengan demikian, peluang diperolehnya klon kopi Robusta unggul sebagai identitas dan kebanggaan daerah terbuka lebar.

 

Artikel terkait