Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Saber Pungli
Ejurnal
perpus_digital
Sigap UPG
PPID
Lapor.go.id
Kalender Tanam
SKM
satu-layanan
WBK
TV-TANI
WBS

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 34 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 759371
Dataran Tinggi di Kabupaten Lahat Sumsel Menyimpan Potensi Unggul Kopi Robusta PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Dani dan Ilham Nur Ardhi Wicaksono   
Rabu, 11 April 2018 08:39

Tidak hanya Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat juga memiliki potensi kopi Robusta dataran tinggi (> 1.000 m dpl). Perkebunan kopi Robusta milik rakyat yang berlokasi di Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, Lahat berada pada ketinggian 1.400 m dpl. Pengembangan kopi Robusta di dataran tinggi tersebut diduga sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Hal tersebut dapat di lihat dari ukuran batangnya yang sudah lebih besar dari betis orang dewasa (diameter > 15 cm). Namun, dalam kurun waktu lima tahun terakhir sebagian besar sudah disambung menggunakan entres plagiotrop dari pohon-pohon terpilih.


Tim yang beranggotakan staf dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel dan peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) berupaya mengidentifikasi potensi unggul kopi Robusta lokal yang dikembangkan petani. Sebagai tahap awal dilakukan kegiatan pengamatan nilai buah untuk menduga potensi daya hasil (9-12 April 2018). Peneliti Balittri, Dani, S.P., M.Sc. dan Ilham Nur Ardhi Wicaksono, S.P., M.Si. memandu tim untuk melakukan sampling dan pengamatan.


Salah satu klon unggul lokal yang adaptif di dataran tinggi memiliki potensi daya hasil 1 kg biji kopi beras/pohon. Dengan asumsi populasi 1.600 pohon/ha dapat dihasilkan 1,6 ton biji kopi beras/ha. Dengan harga biji kopi Rp22.000 per kg dapat diperoleh pendapatan kotor Rp35.200.000/ha. Potensi tersebut masih dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi budidaya anjuran (GAP). Kasi Perbenihan Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Havizman, S.P., M.Si., mendorong agar kelompok tani mengajukan proposal bantuan saprodi, terutama pupuk organik dan perangkap hama PBKo.


Potensi kenggulan dari klon kopi robusta ini, tentunya akan diamati juga rendemen dan komponen mutu fisik, yang merupakan tahapan kegiatan berikutnya yaitu pada saat panen untuk mengambil sampel buah yang akan dianalisa lebih lanjut, sehingga data yg diperlukan dalam persyaratan pelepasan varietas unggul bisa terpenuhi. Semoga tahapan ini tidak menjadi masalah, mengingat performa tanaman di lapangan sangat baik dengan buah cukup lebat.


 

Artikel terkait

script type="text/javascript"> $(document).ready(function(){ $('body').append(""+""); });