-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 10 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 876741
Kopi Robusta Pinogu: “Origin Coffee” Indonesia PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Budi Martono   
Selasa, 17 April 2018 14:38

Pinogu adalah nama wilayah Kecamatan yang terletak pada bagian paling Timur dari Kabupaten Bone Bolango, provinsi Gorontalo. Kawasan ini terletak di pegunungan Tilongkabila di pedalaman hutan Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone pada ketinggian 300 s/d 400 m dpl. Sentra pertanaman dan pengolahan kopi robusta di Kecamatan Pinogu tersebar di desa Dataran Hijau, Pinogu, Bangio, Tilonggibila dan Pinogu Permai. Perjalanan ke Pinogu dapat dilakukan dengan sepeda motor minimal 6 jam atau berjalan kaki selama minimal 11 jam.

Kopi robusta Pinogu menjadi icon daerah Kabupaten Bone Bolango dan secara langsung juga membawa harum nama Kecamatan Pinogu sebagai daerah yang selama ini terisolir dan tidak dikenal.  Kopi Robusta Pinogu telah berkembang  menjadi "origin coffee" di Indonesia dengan mutu citarasa  khas dan telah dikenal di pasar domestik maupun internasional. Maka saat ini belum lengkap apabila seseorang mengunjungi Gorontalo tetapi belum mencicipi kopi robusta Pinogu.

Kawasan pertanaman kopi robusta di Pinogu merupakan daerah ketinggian dengan kondisi topografi yang bervariasi mulai datar, berombak hingga bergunung. Di wilayah perbukitan dan lembah inilah masyarakat Pinogu melakukan kegiatan budidaya tanaman kopi robusta. Variasi ketinggian antar desa sangat beragam, bahkan di dalam desa-desa tertentu perbedaan ketinggian antar kebun petani juga cukup mencolok.

Meskipun kopi Pinogu telah mendunia, sampai saat ini produktivitasnya masih rendah (<750 kg/ha/thn). Produktivitas dapat ditingkatkan dengan penggunaan bahan tanam unggul yang disertai dengan perawatan intensif sesuai dengan GAP. Selama ini pekebun masih menggunakan benih asalan (illegitiem). Atas dasar tersebut, dinas Pertanian dan Peternakan bekerjasama dengan Balittri yang diwakili Dr. Budi Martono, M.Si dan dinas Propinsi Gorontalo (Iyan Sopyan, SP) melakukan kegiatan Bimtek Sumber Benih dan Intensifikasi Pertanian yang diikuti sekitar 30 orang. Kegiatan ini dihadiri oleh Kadis (Hj. Roswaty Agus, SPt),  Kabid Perkebunan (Lisna Hadjarati, SP), Kabid Peternakan (Sapia Supu, SPt), Kasi P2HP (Saleh Usman, SE), Kasi Tanaman Tahunan dan Penyegar (Yusman Panigoro, SP), Sertifikasi Benih (Triyono Samu, SP), kelompok tani serta beberapa staf dari dinas. Untuk penyediaan sumber benih dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi kopi robusta lokal yang sudah adaptif. Hasil kegiatan ini telah terpilih 10 Pohon Induk Terpilih (PIT) untuk dievaluasi lebih lanjut.


 

Artikel terkait