-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Ejurnal
TV-TANI
Lapor.go.id
Kalender Tanam
PPID
SKM
perpus_digital
WBS
Saber Pungli
satu-layanan
WBK
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 14 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 837713
Kopi Gerudag Muara Enim yang Menjadi Primadona Robusta Zaman Now PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Meynarti Sari Dewi Ibrahim   
Minggu, 22 April 2018 08:10

Untuk mendukung upaya adanya benih unggul yang dapat dilepas sebagai Varietas Unggul Baru (VUB), Dinas Perkebunan Sumatera Selatan bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) melakukan eksplorasi ke Kabupaten Muara Enim untuk memperoleh kopi Robusta unggul lokal Kabupaten Muara Enim. Tim eksplorasi dari Dinas Perkebunan Sumatera Selatan yang diwakili oleh H. Havizman, SP. M.Si., dan Miskun, sedangkan dari Balittri diwakili oleh peneliti pemuliaan Ir. Enny Randriani dan Dr. Meynarti Sari Dewi Ibrahim, M.Si.

Salah satu daerah penghasil kopi yang sudah terkenal di Kabupaten Muara Enim berasal dari kecamatan Semendo, yang dikenal dengan sebutan kopi Semendo. Namun sangat disayangkan keberadaan kopi Semendo kurang berkembang dengan baik karena terbatasnya benih sumber. Hasil wawancara dengan beberapa petani menyatakan bahwa kopi asli Semendo adalah kopi Gerudag yang sudah ada sejak jaman colonial Belanda yang ditandai dengan usia pertanaman telah mencapai umur 100 tahun.

Eksplorasi pertama sekali dilakukan pada bulan November 2017 yang menghasilkan informasi sebagian besar petani menggunakan biji sebagai bahan perbanyakan. Walaupun demikian ada juga sebagian kecil petani menggunakan sambung pucuk dengan menggunakan klon yang berasal dari Lampung (Tugu hijau), Bengkulu (kopi Bengko),  dan Jambi (kopi Ciari), namun tetap saja belum ada yang menyambung dengan klon lokal Gerudak.

Titik terang ditemukan pada eksplorasi kali kedua di bulan Maret 2017. Informasi yang diperoleh kali ini menyatakan bahwa sudah ada petani yang melakukan stek/sambung pucuk. Kita diperkenalkan dengan pak Yusuf, petani kopi yang telah mempunyai kebun hasil sambung pucuk dengan kopi gerudak lokal.

Setelah menempuh perjalanan dengan medan yang begitu ekstrim dan mengharuskan peneliti menggunakan sepeda motor khusus (jenis trail) dengan diberi tambahan rantai pada rodanya, akhirnya tiba di lokasi yang dimaksud. Rasa lelah dan pesimis yang tadinya dirasakan oleh tim langsung terbayarkan ketika tim berhasil menemukan klon gerudak yang telah diperbanyak secara vegetatif. Rasa optimis dan semangat kembali dirasakan oleh semua tim eksplorasi dengan harapan VUB baru ini akan segera dilepas untuk menjayakan kopi Indonesia.

 

Artikel terkait