-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBK
perpus_digital
Ejurnal
Sigap UPG
Lapor.go.id
Kalender Tanam
PPID
satu-layanan
Saber Pungli
SKM
WBS
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 39 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 777074
Teh Tayu: Teh Sinensis Dataran Rendah, Salah Satu Unggulan Kerjasama Puslitbangbun dan Pemda Bangka Barat PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Syafaruddin   
Senin, 23 April 2018 07:53

Sebagai balasan kunjungan kerja Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Serta delapan anggota Dewan dari Komisi II DPRD, Kabupaten Bangka Barat ke Puslitbangbun beberapa waktu lalu, maka kepala Puslitbangbun yang diwakili oleh kepala Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Ir. Syafaruddin, Ph.D melakukan kunjungan balik, hadir juga kepala Balai Penelitian Tanaman Palma, Dr. Ismail Maskromo dan Kasubbid Kerja Sama Puslitbangbun Dr. Saefudin serta didampingi Kasie Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Balitbangtan Bangka Belitung, Dr. Suharyanto pada tanggal 18-19 April 2018. Agenda kunjungan ini adalah untuk menindaklanjuti kesepahaman pembicaraan pada pertemuan sebelumnya, yaitu dengan fokus pada rencana aksi adanya nota kesepahaman antar dua belah pihak.

Acara diadakan di ruang pertemuan kantor Bupati Bangka Barat yang dimoderatori oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Edi Usman, SP. Kata sambutan Bupati disampaikan oleh staf ahli Bupati bidang ekonomi dan pembangunan, Muhamad Saeful Pudri, SP. Sementara paparan kebijakan oleh Bustanil Arifin, SP., M.Si sebagai Kabag Kerjasama. Profil dan tujuan kerjasama Puslitbangbun serta program kerja terkait teh Tayu disampaikan oleh kepala Balittri. Kelapa yang juga menjadi unggulan komoditas dalam pokok kerjasama ini disampaikan oleh kepala Balitpalma. Kemudian diskusi dan tanya jawab oleh semua audiensi yang melibatkan staf Distanngan, beberapa kepala desa dan kelompok tani yang berlangsung sekitar 3 jam. Kemudian disempatkan juga melihat perbenihan tanaman perkebunan di BPTP Balitbangtan Bangka Belitung.

Teh Tayu menjadi sangat menarik dalam diskusi, karena merupakan teh sinensis yang ditanam di dataran rendah yang sudah turun temurun bahkan ada yang sudah berumur ratusan tahun, pada umumnya ditanam di pelataran rumah. Teh Tayu awalnya dikembangkan oleh peranakan Tionghoa yang memang mempunyai kebiasaan minum teh segar, akhirnya berkembang luas sampai kini. Sampai saat ini teh Tayu tetap menjadi primadona dan selalu dijadikan buah tangan. Citarasa yang segar, membuat teh Tayu tetap digemari walaupun harganya sekarang mencapai Rp. 300.000,- per kg. Banyaknya kelebihan inilah yang membuat Balittri antusias untuk mengevaluasi potensi genetik dari komoditas eksotis ini. Tim peneliti Balittri akan segera turun ke lapangan untuk mengkaji lebih lanjut potensi yang ada pada teh Tayu.


Rintisan kerjasama ini diharapkan nantinya dapat menjadi jembatan bagi para peneliti lingkup Puslitbangbun untuk menggali komoditi-komoditi yang masih terpendam,  namun memiliki nilai sejarah dan ekonomi tinggi di wilayah Bangka Barat. Semoga semangat untuk mengeksplor keberadaan emas hijau ini terus membara di setiap peneliti. Dalam  Majulah pertanian Indonesia!


 

Artikel terkait