-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
perpus_digital
WBS
Saber Pungli
satu-layanan
WBK
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI
Lapor.go.id
Kalender Tanam
PPID

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 24 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 805420
Temu Teknis Inovasi Teknologi Budidaya Tanaman Karet di Jawa Barat PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Saefudin   
Jumat, 04 Mei 2018 10:28

Dalam upaya menunjang pengembanan produksi dan produkivitas tanaman karet, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat mengadakan pertemuan teknis inovasi teknologi budidaya tanaman karet pada tanggal 25-26 April 2018 di 4 kabupaten, yaitu: Sukabumi, Cianjur, Subang dan Tasikmalaya. Balittri menugaskan peneliti utama yang ahli dengan pertanaman karet, Ir. Saefudin sebagai nara sumber di Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur dan Kecamatan Kalijati, kabupaten Subang.


Dalam pertemuan  hari pertama di Kecamatan Mande, dihadiri oleh Kepala Seksi Tanaman Tahunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Babinsa Kecamatan Mande, Ketua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pertanian Cikalong Kulon serta anggota kelompok tani Kenanga 2, Desa Murnisari sebanyak 30 orang. Dari hasil pengamatan dan penuturan para warga, diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi petani karet di Kecamatan Mande adalah rendahnya harga karet yang telah berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan hilangnya gairah petani karet dalam usaha budidaya karet. Selain itu juga adanya serangan penyakit Jamur Akar Putih (JAP)  yang menyebabkan kematian sebagian tanaman karet milik petani.


Solusi yang coba ditawarkan adalah dengan diversifikasi tanaman dengan introduksi beberapa jenis tanaman potensial seperti kacang tanah, pepaya dan pisang. Untuk pengendalian penyakit JAP, Balittri akan mencoba mengintroduksi Bio Fungisida produk inovasi yang dihasilkan Balittri yaitu biotri V. Biotri V merupakan bio pestisida dari jamur Tricoderma viridaea yang berpotensi mengendalikan penyakit JAP melalui mekanisme antagonisme sehingga dapat menekan serangan JAP pada tanaman karet. Selain itu, solusi lainnya yang dapat dilakukan adalah memperkuat kelembagaan petani karet melalui pembentukan koperasi untuk memperbaiki penerimaan petani karet.


Selanjutnya temu teknis di Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Subang dan anggota kelompok tani Desa Manggala dan Jalupang sebanyak 25 orang. Berbeda dengan permasalahan yang dialami oleh petani dari Kecamatan Mande, petani karet dari Kecamatan Kalijati merasa dilepas begitu saja tanpa adanya pengawalan dari pihak pemerintah. Mereka mengharapkan adanya Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk tanaman perkebunan. Selama di lapangan banyak hal yang ingin diketahui petani terbukti dari aktifnya mereka menanyakan berbagai hal termasuk cara mendapakan benih unggul karet. Adanya pertemuan teknis dengan nara sumber dari Balittri dirasakan cukup mengobati kerinduan tersebut. Beberapa orang petani muda yang mendapatkan lahannya dari orang tuanya sangat antusias untuk mendapatkan informasi lebih banyak mengenai inovasi teknologi budidaya tanaman karet.


 

Artikel terkait