Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

satu-layanan
TV-TANI
WBS
WBK
Saber Pungli
Ejurnal
perpus_digital
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 39 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 726684
Success Story Petani Kopi Arabika: Sebuah Arti dari Bimtek Balittri PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Handi Supriadi dan Iing Sobari   
Rabu, 09 Mei 2018 08:04

Pak Ajum Rahayu adalah seorang petani kopi di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, yang sukses setelah menggunakan inovasi teknologi dari Balittri (teknologi perbenihan dan budidaya). Beliau adalah ketua kelompok tani yang memulai budidaya kopi kebun kopi arabika varietas USDA sejak 7 tahun yang lalu. Sebelum mendapat binaan dari Balittri kapasitas produksi yang dihasilkan kelompok tani yang dipimpin oleh beliau hanya 7-5 ton gelondong/th dengan produktivitas green bean 600 kg/ha/th. Selain itu pemasarannyapun masih terbatas pada tingkat desa. Setelah mendapatkan bimbingan teknis dari Balittri, dalam hal ini bimbingan teknologi perbenihan dan budidaya dalam waktu 4 tahun berturut-turut kapasitas poduksi produksi kebun mencapai 150 ton kopi gelondong/th dengan luas areal 56 ha, dengan produktifitas 1,5 ton greenbeaen/ha/th.

Kapasitas produksi yang sudah besar tersebut dikelola oleh dua UPH (unit pengelolaan hasil). Produk kopi yang dihasilkan berupa jenis kopi olah basah (full wash) dengan harga green bean 90.000/kg dan jenis premium yaitu kopi honey, lanang dan natural dengan harga green been antara 350.000-400.000/kg. Bahkan sekarang pak Ajum Rahayu telah memproduksi dalam bentuk bubuk dalam kemasan dengan hara 400.000-500.000/kg. Pemasaran telah mecapai kota Jakarta, Bogor bahkan Yogyakarta. Kopi yang dihasilkan pak Ajum Rahayu merupakan jenis kualitas premium (high quality). Hal ini dibuktikan oleh uji citarasa dengan nilai exellent sehingga tergolong kopi spesialty dengan skor 84.


Keberhasilan beliau dikembangkan pada skala yang lebih luas dengan melibatkan beberapa petani yang dihimpun dalam kelompok tani (Berkah Tani) dengan anggota 74 orang dan sekarang sudah mengarah pertanian organik. Dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan oleh Pak ajum rahayu setelah mendapatkan bimbingan teknis sangat dirasakan, begitu juga oleh anggota kelompok tani lainnya.

Sebagai salah satu bentuk peningkatan pendapatan yang dihasilkan oleh Pak ajum rahayu dan anggota kelompok tani lainnya, adalah meningkatnya harga produk kopi yang dihasilkan. Dengan keberhasilan tersebut, kebun kopi yang yang kelola oleh Pak Ajum Rahayu dan anggota kelompok tani lainnya menjadi kebun kopi percontohan kopi arabika di kabupaten Garut dan dipercaya mengelola pembibitan kopi arabika oleh dinas perkebunan provinsi Jawa Barat. Kemudian, dengan kualitas dan kuantitas kopi yang baik tersebut telah menarik minat investor untuk berinfestasi, salah satunya ada kerjasama yang sedang dilakukan dengan membuka  kafe di garut.

 

Artikel terkait

script type="text/javascript"> $(document).ready(function(){ $('body').append(""+""); });