-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 17 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 876766
Sarat akan Makna dalam Perhelatan AgroFood Expo 2018 PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Elsera Br. Tarigan   
Senin, 14 Mei 2018 09:55

Dukungan dalam memajukan industri pertanian dari hulu sampai dengan hilir terus ditingkatkan oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian. Untuk itu diadakan perhelatan AgroFood Expo yang diselenggarakan tiap tahunnya sejak tahun 2001. Tahun ini AgroFood Expo diselenggarakan di JCC yang dimulai dari tanggal 10 hingga 13 Mei yang diketuai oleh H. Moh. Sukur Sakka yang merupakan Direktur dari PT Wahyu Promnocitra.


Sukur Sakka dalam laporannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan momen penting untuk menginformasikan kepada masyarakat Indonesia dan luar negeri bahwa Indonesia punya beragam produk membanggakan yang bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti kopi, sawit dan beras.


Diikuti 80 peserta yang menempati 140 stan terdiri dari industri, pemerintah daerah, BUMN, koperasi dan UKM yang berfungsi sebagai ajang promosi produk-produk unggulan agribisnis sehingga dikenal masyarakat dan mengajak masyarakat lebih mencintai produk dalam negeri. Salah satu keistimewaan pameran tahun ini adalah ikutnya dukungan dari customer care yang bermaksud mempromosikan produk makanan dan minuman yang aman dikonsumsi.



Sambutan yang disampaikan oleh Bapak Suratmono selaku Deputi  Pengawasan Pangan dan Olahan menekankan permasalahan dalam masalah industri pangan yaitu mikroba, cemaran kimia, regulasi dan marketing. Acara yang dibuka oleh Dr. Ir. Bambang selaku Direktur Jenderal Tanaman Perkebunan menyampaikan kinerja pembangunan pertanian yang meningkat pesat, terlihat dari sisi ekspor 2016 di nilai USD 26,7 miliar meningkat ditahun 2017 di nilai USD 33,05 miliar. Dari sisi ekspor ini hasil tanaman perkebunan memimpin dibanding komoditas pertanian lainnya. Untuk itu kegiatan ini menjadi wadah diskusi terhadap tantangan agribisnis ke depan terkait hulu, agro input, alsintan dan investasi. Beliau mengharapkan momen ini dapat menginisiasi kolaborasi industri besar dan kecil. Tak lupa apresiasi terhadap anak muda yang bergerak dalam industri kopi dalam memajukan usaha kopi Nasional.


Acara dilanjutkan dengan kunjungan stan termasuk stan Badan Litbang Kementan yang diisi produk-produk inovasi salah satunya kopi dan kakao yang merupakan produk unggulan Balittri.Balittri juga menyajikan seduhan kopi Liberika (dilepas tahun 2015) dan permen cokelat untuk dicicip pengunjung booth Litbang Kementan.

 

Artikel terkait