Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

satu-layanan
TV-TANI
WBS
WBK
Saber Pungli
Ejurnal
perpus_digital
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 46 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 726695
Dongkrak Potensi Kakao di Konawe Selatan Melalui Sentuhan Teknologi Inovasi Budidaya PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Handi Supriadi   
Selasa, 15 Mei 2018 14:05

Tanaman kakao memberikan sumbangan yang cukup tinggi terhadap devisa negara, melalui  ekspor ke berbagai manca negara. Volume ekspor tanaman kakao pada tahun 2015 sebesar 355.351 ton dengan nilai mencapai US$ 1307.771. Salah satu sentra tanaman kakao di Indonesia adalah Sulawesi Tenggara  dengan luas tanaman mencapai 255.779 ha atau 14.96 % dari keseluruhan luas tanaman kakao di Indonesia.

Biarpun demikian, produktivitas kakao di daerah Konawe Selatan masih tergolong rendah yaitu hanya 669 kg/ha, dibandingkan produktivitas kakao di seluruh Sulawesi Tenggara yang mencapai 815 kg/ha. Penyebab rendahnya produktivitas di daerah ini mulai dari benih yang digunakan berasal dari benih yang tidak unggul, tanaman  sudah berumur tua, hingga adanya serangan hama penggerek buah kakao

 

Demi mendongkrak potensi kakao di Konawe Selatan, beberapa petani telah melakukan inovasi teknologi dari Balittri (peremajaan tanaman kakao) diantaranya dengan menggunakan varietas unggul produksi tinggi dan tahan PBK, yaitu MCC 02 yang diperbanyak dengan cara sambung pucuk (grafting). Untuk keperluan peremajaan, Lembaga Ekonomi Masyarakat Sejahtera di Kecamatan Benua juga membangun kebun entres kakao klon Sulawesi 2 seluas 2 ha.

 

Sampai saat ini produk kakao yang dijual petani hanya berupa biji, yang nilai jualnya sangat fluktuatif. Harga jual biji kakao sejak 2017 berada di kisaran Rp 27.000. Lembaga Ekonomi Masyarakat yang berperan sebagai pengumpul, dan setelah biji kakao terkumpul minimal  6 – 7 ton, kemudian di jual ke pedagang besar untuk diekspor.

 

Artikel terkait

script type="text/javascript"> $(document).ready(function(){ $('body').append(""+""); });