Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

satu-layanan
TV-TANI
WBS
WBK
Saber Pungli
Ejurnal
perpus_digital
Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 34 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 726677
Kerjasama dengan Berbagai Stake holders untuk Penderasan Diseminasi Teknologi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Syafaruddin   
Rabu, 16 Mei 2018 10:57

Diseminasi hasil teknologi yang telah dicapai oleh sebuah lembaga penelitian merupakan suatu yang harus dilakukan, sehingga penderasan penyebaran inovasi ini bisa langsung dirasakan oleh semua stake holders terkait. Salah satu usaha untuk mempercepat tujuan di atas adalah dengan menyaring kerjasama dengan berbagai instansi, baik pemerintah dan perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh provinsi di Indonesia, terutama yang memiliki potensi pengembangan untuk semua komoditas perkebunan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), sangat jeli menyiasati penyaringan kerjasama ini. Sebagai pusat penelitian yang memiliki empat balai penelitian tentunya mempunyai Indikator Kerja Utama (IKU) yang tidak sedikit, diantaranya 30 IKU untuk kerjasama dengan semua pihak. Target capaian IKU ini harus direalisasikan dengan melibatkan empat satuan kerja, yaitu Balittro, Balittas, Balitpalma dan Balittri terutama untuk pengembangan rintisan kerjasama komoditas yang menjadi mandat masing-masing balai penelitian. Sinergisme antar empat balai dengan puslit, akan menghasilkan kinerja yang brilliant dan tepat sasaran sehingga target pencapaian IKU akan lebih mudah terpenuhi.

Kepala Puslitbangbun, pada tanggal 15 Mei 2018 bertempat di ruang rapat Puslitbangbun, melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan tujuh Pemerintah Daerah/Kabupaten/Kotamadya/Provinsi: 1) Bogor, Jawa Barat, 2) Garut, Jawa Barat, 3) Provinsi Banten, 4). Landak, Kalimantan Barat, 5) Bangka Barat, Bangka Belitung, 6) Tanjung Balai, Karimun Kepri, dan 7) Batam, Kepulauan Riau. Sayangnya dari Batam berhalangan hadir, sehingga hanya enam MoU yang baru sukses ditandatangani.  Kapuslitbangbun didampingi empat kepala balai, pejabat eselon 3 beserta stafnya, sedangkan dari pihak kerjasama menghadirkan masing-masing Kepala Dinas beserta jajarannya.

Nota kesepahaman ini, bukan hanya pencatatan di atas kertas, tapi jauh lebih penting adalah action plan dan tindak lanjut nyata dari semua perjanjian kerjasama itu. Harapannya, dalam waktu singkat sudah terlaksana dengan baik, sehingga ouput dari kegiatan ini bisa langsung terlihat, misalnya sampai pada pelepasan varietas unggul untuk materi genetik unggulan dari setiap provinsi tersebut.


 

Artikel terkait

script type="text/javascript"> $(document).ready(function(){ $('body').append(""+""); });