-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Saber Pungli
satu-layanan
WBS
Sigap UPG
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI
Lapor.go.id
PPID
Kalender Tanam
SKM

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 17 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 846977
Siapkan Pendaftaran Varietas Teh, Tim Balittri dan Faperta UGM Lakukan Identifikasi Karakter Penciri Morfologi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Dani   
Rabu, 30 Mei 2018 10:14

Kebun teh milik PT Pagilaran-UGM yang berlokasi di Kabupaten Batang Jawa Tengah sekaligus berfungsi untuk mendukung kebutuhan riset civitas akademika UGM. Salah satu aktivitas riset yang sedang berjalan saat ini adalah uji multilokasi beberapa klon harapan teh hibrida hasil persilangan buatan. Klon-klon harapan dengan seri PGL1 hingga PGL17 diuji potensi dan stabilitas daya hasilnya, sekaligus sifat ketahanan terhadap hama Empoasca dan Helopeltis serta penyakit cacar.

Beberapa dari seri klon hibrida teh tersebut tengah disiapkan untuk diusulkan dilepas sebagai varietas unggul baru. Sebagai langkah awal akan dilakukan pendaftaran varietas ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perijinan Pertanian (PVTPP). Untuk itu, tim peneliti dari Balittri bersama dengan dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UGM melaksanakan pengamatan morfologi tanaman pada hari Jumat (11/5/2018). Pengamatan tersebut didampingi beberapa petugas lapang dari kebun PT Pagilaran. Sebelum terjun ke lapangan tim peneliti Balittri yang dipimpin Ir. Syafaruddin, Ph.D. melakukan diskusi dengan dosen Fakultas Pertanian UGM, Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P., yang didampingi mahasiswi bimbingannya.

Setelah koordinasi selesai, tim kemudian bergerak menuju beberapa lokasi untuk melakukan identifikasi karakter-karakter morfologi penciri serta pengambilan gambar masing-masing klon. Hasil pengamatan tersebut akan disusun dalam bentuk deskripsi masing-masing klon untuk melengkapi persyaratan pendaftaran varietas. Dengan didaftarkannya klon-klon hibrida tersebut, maka tahapan berikutnya, yaitu pengusulan pelepasannya sebagai varietas baru dapat segera dilakukan.