-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam
SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 20 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 898443
Menggali Potensi Kopi "Ateng Super" sebagai Varietas Unggul Baru PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Dani   
Jumat, 13 Juli 2018 07:39


Pengembangan kopi Arabika di dataran tinggi Gayo berlangsung secara turun temurun selama puluhan tahun sejak masa kolonial Belanda. Mulai awal tahun 80-an, seiring proyek PRPTE,  diintroduksi dan dikembangkan beragam varietas baru yang lebih tahan serangan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix). Beberapa varietas yang kemudian berkembang luas di ataranya varietas Tim-tim, Borbor, Catimor Jaluk, dan Lini S. Dua varietas pertama kemudian dilepas sebagai varietas unggul dengan nama Gayo 1 dan Gayo 2 pada tahun 2010.


Beberapa tahun terakhir telah berkembang luas kultivar baru kopi Arabika yang dikenal masyarakat dengan nama lokal Ateng Super. Permintaan benih Ateng Super, baik dari dalam maupun luar wilayah dataran tinggi Gayo, terus meningkat sehingga dinilai perlu menyediakan benih sumber yang terjamin mutu fisik, fisiologis, dan genetiknya. Merespon permintaan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Balittri menugaskan Dani, S.P., M.Sc. untuk melaksanakan kegiatan Penilaian Pelepasan Kopi Arabika (3-7 Juli 2018). Pemerintah daerah Aceh sangat mengharapkan kultivar Ateng Super dapat dilepas sebagai varietas unggul baru.


Sebagai tahapan awal dilakukan kegiatan penelusuran asal-usul, sekaligus mengidentifikasi karakter morfologi spesifik kultivar Ateng Super. Didampingi tim dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, kegiatan difokuskan di dua kabupaten sentra kopi Arabika, yaitu Aceh Tengah dan Bener Meriah. Penelusuran populasi asal kultivar Ateng Super didasarkan pada informasi dari petugas penyuluh lapang di kedua kabupaten tersebut.


Hasil penelusuran menunjukkan bahwa kultivar Ateng Super berasal dari pohon induk tunggal yang dipilih oleh petani dalam populasi asal biji propelegitiem. Penampilan tanaman yang pendek dan kekar serta buahnya yang lebat menarik minat banyak petani untuk mengembangkannya. Saat ini kultivar  Ateng Super sudah menyebar luas di semua zona ketinggian tempat. Kondisi tersebut membuka peluang untuk melakukan tahapan kegiatan selanjutnya, yaitu uji observasi dalam kerangka persiapan usulan pelepasan varietas unggul baru.


 

Artikel terkait