-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
perpus_digital
WBS
Saber Pungli
satu-layanan
WBK
Ejurnal
Sigap UPG
TV-TANI
Lapor.go.id
Kalender Tanam
PPID

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 52 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 805317
Penandatangan MoU dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan TTP Kopi di Bandung PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Syafaruddin   
Selasa, 14 Agustus 2018 07:45

Taman Teknologi Pertanian (TTP) adalah perwujudan dari Nawacita yang dikumandangkan oleh Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, diantaranya program untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing produk di tingkat Internasional. Kementerian Pertanian, menargetkan 26 TTP di seluruh Indonesia dan dikomandoi oleh Badan Litbang Pertanian. Dari target awal hanya 26, ternyata hingga saat ini bisa dilaksanakan sebanyak 31 TTP, salah satunya TTP yang berbasis tanaman kopi yang berada di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Pembangunan TTP dan pendampingan teknologinya akan berlangsung selama tiga tahun, yang kemudian akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah setempat. Target pembangunan sarana dan prasarana pada tahun 2018 meliputi pembangunan gedung kantor, prosessing dan lantai jemur serta sarana penunjang lainnya.


Terkait dengan hal di atas, maka pada Selasa (7/8/2018) telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Muhammad Syakir, MS dengan Bupati Bandung, Dadang M. Naser, SH., S.IP yang kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan TTP di Cibeureum. Acara ini dihadiri juga oleh Ketua DPRD Bandung, Kepala Balittri, Kepala BPTP Jabar serta jajaran Pemda Kabupaten Bandung, asosiasi, pengusaha, petani kopi, peneliti dan pejabat struktural di unit kerja dan unit pelaksana teknis lingkup Puslitbangbun. Dalam sambutannya Syakir mengatakan bahwa dengan pengembangan kopi berbasis inovasi teknologi ini, maka masyarakat akan mendapatkan nilai tambah. Saat ini Kementerian Pertanian juga mengkonsentrasikan bidang perkebunan, diantaranya dengan membagikan benih perkebunan secara gratis kepada para petani, diantaranya benih tanaman kopi, kakao dan karet. Ketiga komoditas ini diproduksi oleh Balittri sebagai satker yang memiliki mandat komoditas.

Selanjutnya, Kepala Badan Litbang Pertanian mengharapkan lagi bahwa TTP kopi ini harus memiliki fungsi bagi masyarakat sekitar untuk lebih mengenal inovasi kopi dan menjadikan TTP kopi ini sebagai wahana untuk menimba ilmu tentang perkopian mulai dari hulu sampai hilir. Nantinya masyarakat di sekitar dapat memanfaatkan TTP ini seperti sekolah lapang. Beliau menghimbau generasi muda untuk menghilangkan stigma tentang pertanian dan petani yang seolah-seolah identik dengan kotor dan kumuh, tetapi pertanian modern yang usaha dan caranya sudah sangat kekinian. Sementara Bupati menjelaskan bahwa nantinya TTP ini akan dikoordinasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, yang didukung oleh Pemerintah Daerah dan Kelembagaan terkait setempat. Dadang juga mengatakan bahwa  sarana prasarana yang akan dibangun ini, akan menjadi pusat pelatihan para petani dan stake holders lainnya, yang akan dibina saat pengaplikasiannya di lapangan jauh lebih mengerti mulai dari hulu sampai hilir, bukan cuma teori yang dibaca dari buku-buku atau informasi terkait.


Secara simbolik juga dilakukan penyerahan produk inovasi Balitbangtan berupa kopi yang telah dihasilkan oleh Balittri kepada Kabupaten Bandung sebagai tanda pendampingan dan penggunaan teknologi unggul yang telah dihasilkan oleh Kementan.


Setiap ada ide dan momen selalu ada harapan. Demikian halnya pembangunan TTP kopi ini, semoga bukan cuma menjadi "sebuah taman" tapi lebih dari itu. Masyarakat juga akan dipintarkan dengan inovasi-inovasi baru dari Balitbangtan.


 

Artikel terkait