-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG
satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 16 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 899942

Warning: copy() [function.copy]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.deptan.go.id/images/stories/buah%20asam%20jawa.png) [function.copy]: failed to open stream: No such file or directory in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.pertanian.go.id/images/stories/buah%20asam%20jawa.png) [function.copy]: failed to open stream: Connection refused in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy() [function.copy]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.deptan.go.id/images/stories/biji%20asam%20jawa.png) [function.copy]: failed to open stream: No such file or directory in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.pertanian.go.id/images/stories/biji%20asam%20jawa.png) [function.copy]: failed to open stream: Connection refused in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674
Potensi Tepung Biji Asam Jawa Sebagai Pengental Cetak Tekstil PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Senin, 18 Juli 2011 13:55

   Tanaman asam jawa (Tamarindus indica L.) merupakan tanaman yang berasal dari daerah savana yang gersang di Afrika, yang termasuk famili Leguminosae.  Hampir semua bagian tanaman asam dapat digunakan untuk berbagai keperluan.  Daging buah asam jawa sangat populer, biasa dipergunakan dalam aneka bahan masakan atau bumbu di berbagai belahan dunia. Buah yang muda sangat masam rasanya, dan biasa digunakan sebagai bumbu sayur asam atau campuran rujak. Buah yang telah masak dapat disimpan lama setelah dikupas dan sedikit dikeringkan dengan bantuan sinar matahari, yang biasa disebut asam kawak, merupakan komoditi yang diperdagangkan antar pulau dan antar negara. Selain sebagai bumbu, asam kawak dapat dipergunakan untuk memberikan rasa asam atau untuk menghilangkan bau amis ikan, selain itu biasa digunakan sebagai bahan sirup, selai, gula-gula, dan obat tradisional jamu.

Di samping daging buah, banyak bagian pohon asam yang dapat dijadikan bahan obat tradisional. Daun mudanya digunakan sebagai tapal untuk mengurangi radang dan rasa sakit di persendian, di atas luka atau pada sakit rematik. Daun muda yang direbus untuk mengobati batuk dan demam. Kulit kayunya yang ditumbuk digunakan untuk menyembuhkan luka, borok, bisul dan ruam, adapun tepung bijinya dapat dipergunakan untuk mengobati disentri dan diare.

Biji asam biasa dimakan setelah direndam dan direbus, atau setelah dipanggang. Selain itu, biji asam juga dapat dijadikan tepung untuk membuat kue atau roti, dimana biji  asam  mengandung gizi yang tinggi  antara lain 20% protein, 5,5% lemak, 59% karbohidrat, 13% air, 2,4% abu dan sisanya berupa albuminoid, globatanin serta vitamin B.

Tanaman asam tumbuh baik di daerah savana dan daerah yang memiliki musim kemarau yang panjang, sehingga di Indonesia tanaman ini banyak tumbuh di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), adapun  di daerah tropis lembab dengan curah hujan merata sepanjang tahun tanaman ini tidak mampu berbunga. Tanaman asam dapat tumbuh pada tanah berpasir atau tanah liat dengan drainase baik, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian ± 1.000 m dpl. 

Asam jawa  termasuk tumbuhan berbuah polong, dengan buah polongnya berwarna coklat dengan rasa khas asam, di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 - 5 yang berbentuk pipih dengan warna coklat agak kehitaman. Tanaman asam dapat memperindah dan peneduh pekarangan rumah, jalan-jalan di dalam kota dan jalan raya, serta dapat pula dijadikan sebagai tanaman penghijauan dan tanaman penahan angin, dapat memperbaiki lingkungan yang gersang dan tandus karena termasuk kerabat legiminosae dan mempunyai sifat tahan terhadap kekeringan.      

Saat ini tepung biji asam sangat berperan dalam industri tekstil Indonesia, yaitu sebagai pengental cetak tekstil. Untuk itu Indonesia masih mengimpor tepung biji asam dari India lantaran ketiadaan tepung ini di tanah air. Dengan tepung biji asam sebagai pengental, mendapatkan hasil kekakuan kain dan kekuatan warna yang lebih baik daripada pengental komersial yang beredar dipasaran, adapun kelebihan lainnya dari tepung ini adalah tidak bereaksi dengan serat kain maupun zat warna. 

Indonesia sebagai negara yang berlimpah agro raw material dengan berbagai ragam kekayaan nabatinya, seharusnya tidak usah mengimpor tepung biji asam dari India, karena Indonesia memiliki pertanaman asam yang luas di Propinsi NTT yang tersebar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara (TTU), Manggarai dan Manggarai Timur, yang sangat potensial sebagai penghasil tepung biji asam. Tinggal sekarang bagaimana political will dari pemerintah untuk memberdayakan, sehingga jika potensi asam di Propinsi NTT dimanfaatkan secara baik, maka industri tekstil di Indonesia tidak harus bergantung pada pasokan tepung biji asam dari India. Dengan mengembangkan industri tepung biji asam sendiri, harganya dapat lebih murah karena produksi dalam negeri, juga lebih efektif dari aspek waktu karena proses pengiriman barang hanya dalam skala antar pulau, begitupun dapat menghemat devisa negara yang berdampak positif pada perkembangan perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan dan Kehutanan Propinsi NTT, di propinsi tersebut  terdapat potensi sebanyak 3.000 ton biji asam pertahun atau setara dengan 2.700 ton tepung biji asam pertahun.  Dari jumlah potensi tersebut sebanyak 80% diperoleh dari pertanaman asam jawa dari Kabupaten TTS yang mempunyai pertanaman terluas di Propinsi NTT.  Hampir sebagian besar hutan di Kabupaten TTS didominasi oleh pohon asam,  dimana pohon asam tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya unsur kesengajaan untuk menanamnya. Beruntung, pohon asam tidak rewel seperti tanaman yang lain, di hutan-hutan pohon asam tumbuh secara alamiah, kokoh berdiri tidak perlu dirawat. Menjelang musim panen, yakni pada bulan Agustus, September dan Oktober masyarakat ramai-ramai masuk keluar hutan memburu asam, pohon asam di hutan tidak punya pemilik,  siapa saja bebas memetik dan atau memungut buahnya yang jatuh ke tanah.  Selama ini masyarakat TTS mengolah buah asam menjadi asam kawak, dengan produksi asam kawak mencapai 2.000 – 3.000 ton pertahun. 

Sangatlah bijak  bila pemerintah memberdayakan potensi  biji asam jawa di NTT, tidak hanya sekedar dimanfaatkan untuk makanan ternak, tetapi diolah menjadi komoditas  yang mempunyai nilai tambah tinggi,  yaitu dengan membangun industri pengolahan tepung biji  di propinsi tersebut. Teknologi proses pengolahan biji asam menjadi tepung sangat sederhana, yaitu dimulai dengan seleksi biji asam, penyanggraian, pengelupasan kulit, pemasakan biji, pengeringan sampai proses penggilingan/penghalusan dengan  ukuran 100 mesh. Karenanya, industri ini dapat dilakukan pada skala rumah tangga maupun UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), dan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menyediakan teknologi maupun alih teknologinya, berikut bantuan permodalan melalui kredit perbankan berbunga lunak. Dan mengingat bahwa industri skala rumah tangga maupun UMKM merupakan  industri padat karya, maka industri pengolahan tepung biji asam akan menyerap banyak tenaga kerja yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk jangka panjang, dalam menjamin ketersediaan bahan baku dan kesinambungan industri ini, harus sudah direncanakan pengembangan budidaya tanaman ini kedepan yang dilakukan secara komersial dan profesional

Dahulu kabupaten TTS pernah berjaya dengan komoditi cendana, yang kini secara ekonomis cendana telah tenggelam, selain itu TTS juga pernah harum namanya karena buah apel SoE, tetapi kini apel tersebut telah ikut tenggelam juga. Dengan mempunyai asam jawa dengan berbagai potensinya, maka cepat atau lambat, asam jawa akan dapat mengangkat kembali nama Kabupaten TTS, berikut diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakatnya ketingkat yang lebih baik  (Juniaty Towaha/email:balittri@gmail.com).