-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI
Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 17 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 874782
Optimalisasi Aset Negara dan Profesionalisme PNS PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Rizka Bayu Wirawan   
Jumat, 07 September 2018 07:30

Sebagai kementerian "sepuh" yang telah berusia lebih dari satu abad dengan nilai aset mendekati Rp20an trilyun sebelum revaluasi, Kementerian Pertanian memiliki banyak aset yang tidak saja bernilai sejarah, tetapi juga dapat dioptimalkan sebagai obyek wisata dan produsen produk tertentu yang pemasukannya dikelola melalui mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atau koperasi karyawan. Saya paling senang jika mengunjungi unit pelaksana teknis (UPT) yang memiliki potensi wisata atau produksi produk tertentu dan telah dikelola dengan baik untuk kesejahteraan bersama. Pegawai negeri memang sudah harus berpikir untuk mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki oleh negara. Tinggal aturan mainnya perlu disempurnakan agar potensi pendapatan negara lebih optimal di bawah naungan peraturan yang jelas.


Badan Litbang Kementerian Pertanian misalnya, memiliki beberapa UPT yang dapat lebih dioptimalkan pemanfaatan asetnya untuk meningkatkan pendapatan negara. Salah satunya Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) di Parungkuda Sukabumi yang mandatnya menyelenggarakan penelitian komoditas kopi, teh, kakao, karet dan tanaman bioenergi. Kunjungan saya (Rizka Bayu Wirawan, SP, MP), Ika Dwinita Sofa, SP, M.Sc, Yohanes Lusianto, SP, dan Bambang Saryanto, SP. Ke Balittri Rabu (5/9/2018). Selain belajar hal-hal yang bersifat teknis dan ilmiah, disana kita juga dapat membeli produk Balittri seperti kopi bubuk, coklat bubuk, dan coklat batangan. Dengan strategi branding dan marketing yang baik, saya yakin produk-produk tersebut dapat lebih optimal dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan negara.


Optimalisasi aset negara diawali dengan perubahan pola pikir bahwa PNS yang profesional adalah PNS yang murni mengabdikan dirinya untuk birokrasi. Benar bahwa PNS harus profesional, tetapi lucu juga jadinya ketika kita berpangku tangan atas nama profesionalisme, sementara di depan mata terhampar potensi ekonomi yang besar untuk dioptimalkan sebagai pendapatan negara. Atau kalaupun tidak bisa mengelola secara langsung dan harus outsourcing SDM, PNS tetap harus "di atas" menjadi supervisornya. Jadi sepertinya definisi PNS yang profesional ke depannya perlu direvisi : mereka yang juga berpikir dan berbuat nyata untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi aset negara di tempatnya bekerja sebagai sumber pendapatan negara. Jangan sampai kita menjadi insan yang kufur nikmat karena tidak mengolah dan memanfaatkan "nikmat" di depan mata.


Paradigma manajemen SDM saat ini adalah SDM sebagai human capital. Demikian pula dalam konteks optimalisasi aset negara. Ada banyak ide-ide kreatif dari para pegawai negeri yang berjiwa bisnis tetapi kemudian tidak memperoleh tempat karena sistemnya tidak mendukung. Merekalah human capital yang harus dimanfaatkan potensinya dalam rangka optimalisasi aset negara. Dari merekalah ide-ide mengenai agrowisata, desain produk, kualitas, varian produk, strategi branding dan marketing berasal. Pimpinan mereka juga perlu dibuka wawasannya tentang bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan aset negara untuk meningkatkan pendapatan negara, supaya mendukung bawahannya dan bukannya menghambat atau bahkan mengecilkan.

 

Artikel terkait