-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

perpus_digital
WBK
WBS
Sigap UPG
Ejurnal
TV-TANI
Kalender Tanam
Lapor.go.id
PPID
SKM
Saber Pungli
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 13 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 844267
Sinergi Pengembangan Diversifikasi pada Tanaman Karet dengan Bumdes di Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Saefudin   
Senin, 17 September 2018 07:30

Pada tahun 2018 produktivitas tanaman karet rakyat di Jawa Barat sekitar 782 kg/ha, jauh lebih rendah dibandingkan dengan potensi produksi klon karet unggul yang dapat mencapai 2,2 ton/ha.Dalam upaya peningkatan produksi dan produkivitas tanaman karet, Dinas Perkebunan propinsi Jawa Barat mengadakan pertemuan teknis diversifikasi pada tanaman karet selama dua hari dari tanggal 27-28 April 2018 di 2 kabupaten sentra tanaman karet rakyat, yaitu Sukabumi dan Cianjur.

Ir. Saefudin yang merupakan peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) berkesempatan menjadi narasumber dalam temu teknis Diversifikasi pada tanaman karet di kecamatan Mande kabupaten Cianjur dan kecamatan Cikidang  kabupaten Sukabumi  Jawa Barat. Peserta yang hadir sekitar 35-38 orang yaitu: perwakian dari Dinas Perkebunan provinsi Jawa Barat, ka bid tanaman perkebunan dinas pertanian, perkebunan, pangan dan hortikultura kabupaten, Babinsa, ketua UPTD pelayanan pertanian, PPL serta kelompok tani setempat.


Profil petani yang hadir dalam pertemuan teknis di kecamatan Mande Kabupaten Cianjur separuh adalah petani pemilik kebun karet dengan 60% nya melakukan diversifikasi, sedangkan di kecamatan Cikidang kabupaten Sukabum separuh peserta pertemuan adalah pemilik kebun karet dan semuanya melakukan diversifikasi tanaman, tetapi belum memperhatikan kaidah-kaidah diversifikasi berbasis tanaman karet yang baik.Permasalahan yang dihadapi petani karet di kecamatan Mande kabupaten Cianjur dan kecamatan Cikidang kabupaten Sukabumi hampir sama, yaitu  rendahnya produktivitas dan harga karet yang cukup lama serta  telah menyebabkan hilangnya gairah  petani karet dalam usaha budidaya karet, ditambah lagi  dengan alih fungsi lahan ke non pertanian seperti peternakan dan pabrik. Hal ini  telah menyebabkan areal tanaman karet berkurang dan yang mencoba bertahan harus berhadapan dengan pembatasan akses menuju kebunnya karena penguasaan lahan yang cukup luas untuk keperluan seperti tersebut di atas.

Pengembangan pola diversifikasi tanaman berbasis karet tentunya akan menghadirkan banyak ragam hasil pertanian yang perlu ditopang oleh kelembagaan yang akan membantu pemasarannya. Bumdes atau Koperasi menjadi sangat diperlukan kehadirannya agar tujuan menghadirkan banyak jenis tanaman akan mendorong peningkatan kesejahteraan petaninya. Apa perbedaan koperasi dengan bumdes. Berbeda dengan koperasi yang bisa didirikan sekelompok individu, BUMDes dibentuk oleh Pemerintahan desa untuk mendayagunakan seluruh potensi ekonomi, kelembagaan perekonomian serta potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes meletakkan kekuasaan tertingi pada Musyawarah Desa sedangkan Koperasi meletakkan keputusan tertingginya pada anggota.


Darimana BUMDes mendapatkan sumber dananya, yaitu dari APBN dana desa yang besarnya antara 800 jt -1,2 M. Dana desa tersebut 60% untuk infrastruktur dan 40% untuk pemberdayaan. Dari dana pemberdayaan ini sekitar 50 jt dapat digunakan untuk sumber dana BUMDes setiap tahun.Kinerja BUMDes untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa akan ditentukan oleh kepiawaian kepala desanya.  Jawa Barat dengan terpilihnya Ridwan Kamil sebagai gubernur Jawa Barat akan meluncurkan program Gerbang Desa Juara. Program ini akan mengarahkan adanya ciri khas tiap desa. Apakah akan menjadi desa karet, desa pala atau desa ternak doma, akan ditentukan oleh potensi desanya masing-masing. Sinergi pengembangan diversifikasi berbasis tanaman karet dengan kehadiran kelembagaan BUMDes yang akan mendukung pemasaran hasil tanaman, diharapkan akan mempercepat meningkatnya  kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

 

Artikel terkait