-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
PPID
satu-layanan
perpus_digital
Sigap UPG
Ejurnal
Kalender Tanam
SKM
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 52 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 895992
Akselerasi Perakitan Kopi Robusta Diangkat dalam Laporan Kajian Ilmiah Pelatihan Jabatan Fungsional PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Syafaruddin   
Selasa, 18 September 2018 07:30

Tahapan akhir dari program pelatihan pembentukan jabatan fungsional peneliti adalah dengan mempresentasikan topik yang diangkat dalam laporan akhir. Demikian juga yang dilakukan oleh salah seorang staf Balittri, Nur Kholis Firdaus, SP., M.Sc. melaksanakan presentasi akhir pada hari Jumat (14/9/2018) di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Presentasi berlangsung sekitar 30 menit yang dihadiri oleh coach Dr. Satya Nugroho, penguji Prof. Dr. Subyakto dan mentor Ir. Syafaruddin, Ph.D. dimulai dari paparan, tanya jawab dan penguatan oleh mentor terhadap isyu yang diangkat serta pertanyaan yang diajukan oleh penguji.

Kholis mengusung tema  "Akselerasi perakitan kopi robusta (Coffea canephora) produksi tinggi dan spesifik lokasi berbasis teknik kultur in vitro hasil persilangan". Hal ini dimaksudkan karena kopi robusta merupakan komoditi potensial untuk dikembangkan yang terlihat dari banyaknya permintaan pasar dari tahun ke tahun. Sedangkan produktivitas robusta masih rendah. Banyak faktor yang menjadi penyebab, diantaranya masih terbatasnya varietas unggul yang tersedia, penggunaan sumber benih asalan, dan sistem budidaya yang tidak sesuai dengan SOP yang berlaku. Berdasarkan kendala-kendala yang ada tersebut, maka teknik perakitan varietas unggul baru sangat diperlukan. Pemuliaan konvensional yang dilakukan dengan cara persilangan tetua-tetua pilihan mengalami banyak kelemahan, disamping faktor waktu yang akan tentunya sangat lama sampai didapatkan varietas unggul baru yang diharapkan tersebut.

Sisi lemah inilah yang dibidik oleh Kholis, untuk mencari solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan kopi robusta. Sentuhan metode kultur in vitro adalah salah satunya, ini dilakukan untuk mempercepat stabilitas gen heterosis pembawa sifat unggul dari kedua tetua superior yang dipilih. Beberapa peneliti sudah mengungkapkan keberhasilannya. Dengan metode ini diharapkan dapat mengakselerasi program pemuliaan khususnya untuk komoditas kopi robusta di Indonesia.

Semoga ide dan ulasan topik yang diangkat oleh Kholis dapat direalisasikan secepatnya dalam bentuk rencana aksi kegiatan penelitian di Balittri, sehingga dalam beberapa tahun ke depan sudah dapat diperoleh varietas unggul kopi robusta yang sesuai dengan ekspektasi.

 

Artikel terkait