-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
PPID
satu-layanan
perpus_digital
Sigap UPG
Ejurnal
Kalender Tanam
SKM
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 18 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 895972
Kabupaten Cianjur Tekadkan Kopi Khas Berkualitas Ekspor melalui Penanganan Pascapanen Kopi PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Nendyo Adhi Wibowo   
Kamis, 20 September 2018 12:35

Menindaklanjuti nota kesepahaman kerjasama antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur Nomor : B-364.I/HK.220/H.4/03/2018, Nomor : 525/812/Bidbun/2018 tentang Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, maka telah diadakan kegiatan bimbingan teknis tentang pengelolaan Pascapanen kopi (Selasa, 18/09/2018) yang  bertempat di Desa Gunung Sari, Kecamatan Sukanegara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.


Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Sukabumi, sebagai satu institusi pemegang mandat komoditas kopi di bawah lingkup Puslitbangbun, mewakilkan peneliti Nendyo Adhi Wibowo, S.Si, M.Biotech untuk memberikan pemahaman teknis standar operasional penanganan Pascapanen kopi sehingga menjadi produk hilir yang berkualitas ekspor dan diminati oleh masyarakat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Perkebunan mewakili Dinas Pertanian, Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura Pemerintah Kabupaten Cianjur,  Bpk. Ali, S. Hut, T.MAP, beserta para petugas penyuluh lapang pertanian, dan masyarakat Desa Gunung Sari dan Mekarsari Kecamatan Sukanegara.


Kegiatan yang disambut dengan antusiasme masyarakat petani kopi, diawali dengan sambutan dari Bapak Kepala Bidang Perkebunan.  Beliau mengharapkan bahwa dengan adanya bimbingan dari Balittri dapat menambah wawasan petani kopi Kabupaten Cianjur terutama dibidang hilirnya, sehingga dapat menghasilkan produk kopi khas asli Kabupaten Cianjur yang langsung siap pasar yang berkualitas ekspor dan dikenal masyarakat secara nasional.  Selain itu, peralatan prosesing yang telah tersedia berupa bangunan Unit Pengolahan Hasil (UPH) yang dilengkapi dengan mesin pulper dan huller bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat digunakan oleh para petani secara berkelanjutan.


Selanjutnya, Nendyo memaparkan secara rinci operasional teknis Pascapanen kopi mulai dari tahapan pemilihan dan pemetikan panen buah kopi yang benar, sortasi buah, teknis pulping, tahapan dan waktu fermentasi, pencucian, pengeringan awal, proses hulling, teknis pengeringan secara mekanis dan kombinasi manual hingga pengukuran kadar air, sortasi biji, pengemasan, dan penyimpanan. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab langsung dengan peserta disertai dengan praktek penggunaan mesin pulper dan huller oleh masyarakat dan penyuluh.


 

Artikel terkait