-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Kalender Tanam
Lapor.go.id
PPID
SKM
Saber Pungli
satu-layanan
perpus_digital
WBK
WBS
Sigap UPG
Ejurnal
TV-TANI

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 22 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 841593
Identifikasi Plasma Nutfah Kopi Robusta di Kabupaten Bener Meriah dan Pidie PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Budi Martono dan Lia Anggraini   
Kamis, 11 Oktober 2018 07:30

Invasi kopi lokal nusantara di kancah Internasional semakin marak. Beragamnya  varietas dari setiap  daerah, mulai dari ujung Sumatera hingga Papua menjadi kekayaan alam yang harus terus dijaga. Menjamurnya kedai kopi dari pinggiran hingga waralaba menjadikan kopi semakin dekat dengan masyarakat. Cita rasa kopi lokal juga tidak kalah dengan kopi impor. Entah kebutuhan ataupun gaya hidup, tak bisa dipungkiri konsumsi kopi pun mengalami eksalasi yang drastis. Permintaan ekspor  kopi lokal pun semakin meningkat. Dibalik itu semua, pemanfaatan yang berlebihan pada jenis varietas tertentu akan menyebabkan berkurangannya keanekaragaman kopi lokal. Itulah mengapa diperlukan upaya pemulia tanaman dan penyelamatan keanekaragaman genetik khususnya pada tanaman kopi.


Hal tersebut rupanya menjadi perhatian Dinas  Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh untuk melakukan  langkah preventif dalam  konservasi genetik pelestarian plasma nutfah kopi robusta. Dengan menggandeng Peneliti dari Balittri, Dr. Budi Martono, M.Si untuk melakukan identifikasi plasma nutfah terhadap kopi robusta di kedua kabupaten tersebut.  Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari sejak Selasa, (2/10).


Setibanya di Kabupaten Bener Meriah, dilakukan pengamatan dan ternyata pengembangan kopi robusta di daerah ini masih dilakukan dengan biji. Hal ini membuat hasil panen menjadi beragam. Dalam proses identifikasi melalui seleksi partisipatif diperoleh 15 pohon induk terpilih  untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut dan diperbanyak menggunkan metode sambung pucuk. Harapan kedepannya kopi robusta di kabupaten ini dapat dilepas sebagai klon unggul lokal. Berlanjut ke kabupaten Pidie, dimana kopi Robusta di tempat ini merupakan kopi peninggalan Belanda. Produksi yang dihasilkan juga sangat rendah jumlahnya. Hal ini dikarenakan kurangnya pemeliharaan seperti pemangkasan.


Bagaimanapun, tanaman kopi masih menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi dan sangat prospektif untuk dibudidayakan. Pada Akhirnya  pemuliaan menjadi poin penting yang harus dilakukan terkait pelestarian varietas kopi di seluruh penjuru nusantara.

 

Artikel terkait