-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Ejurnal
Pakar Kopi
Saber Pungli
perpus_digital
Lapor.go.id
TV-TANI
pui-balittri
WBS
SKM
satu-layanan
PPID
WBK
Kalender Tanam
Sigap UPG

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 54 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1253236
Bimbingan Teknis Tanaman Karet PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Rusli   
Senin, 15 Oktober 2018 07:30

Perkebunan karet di Jawa Barat umumnya didominasi perkebunan rakyat yang luasnya mencapai 7.509 ha dan produksi 4.093 ton dengan produktivitas 795 kg/ha/tahun, dan jumlah petani 24.238 (KK). Produksi ini tergolong rendah bila dibandingkan dengan produktivitas karet secara nasional 1.073 kg/ha/tahun. Rendahnya produksi karet rakyat di Kab. Tasikmalaya dan Kab. Subang Jawa Barat disebabkan penerapan teknologi budidaya karet yang dianjurkan belum sepenuhnya diadopsi oleh petani. Dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman karet rakyat, Dinas Perkebunan Jawa Barat bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), pada tanggal 10 – 11 Oktober 2018 menyelenggarakan pertemuan teknis lapang.

Pertemuan teknis lapang ini dilaksanakan di 4 (empat) Kabupaten yaitu : Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Subang. Untuk Kab. Tasikmalaya dilaksanakan di Kampung Sukaharja Desa Karang Layung, Kec. Karang Jaya. Sedangkan untuk Kabupaten Subang dilaksanakan di Kampung Cigarung Desa Banggala Mulya Kec. Kalijati. Ir. Rusli yang merupakan peneliti dari Balittri, berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan teknis lapang tersebut.

Pertemuan teknis lapang di Subang dihadiri oleh Rosa Nuraeni, SP, MP., (Staf Produksi Tanaman Perkebunan Disbun Jabar) dan Dra. Nenden Setiawati, M.Si (Kabid. Perkebunan Kab. Subang), staf Perkebunan Kab. Subang dan Saju (Ketua kelompok tani Cikarang Hilir Kec. Karangjaya). Peserta pertemuan teknis lapang dari kelompok tani Cikaung Hilir. Permasalahannya adalah : Jarak tanam karet terlalu rapat, tanaman karet terserang penyakit bercak daun. Cara penanggulangan yang dianjurkan adalah : Tanaman yang terlalu rapat ditebang, tanaman yang terserang penyakit bercak daun disemprot menggunakan fungisida (Mancozeb atau Cholorotalonil),. Berikan pupuk Urea 350 g + SP-36 260 g + KCL 300 g/pohon/tahun dengan interval pemberian 2 kali/ tahun.

Saat berada di Tasikmalaya Agus Cahyadi S. SP selaku staf dari Dinas Perkebunan Jawa Barat, dan H. Tarsen Gunawan, SP selaku Koordinator BPP Kec. Karangjaya juga hadir dalam kegiatan ini. Hadir juga Dayat Hidayat, SP selaku PPL Kec. Karangjaya, Ismail, SPd selaku Kepala SD Karang layang II Dikbud Kec. Karangjaya, dan Ace Yusuf sebagai Ketua kelompok tani Mekarjaya I Desa Karang Layung. Pada saat diskusi berlangsung, beberapa kelompok tani menyampaikan beberapa kendala yang terjadi di lapangan dalam hal budidaya tanaman karet. Jarak tanam karet terlalu rapat, sehingga menyebabkan tanaman tidak bercabang dan tumbuh meninggi. Beberapa batang tanaman karet dalam satu areal, sewaktu disadap lateksnya keluar sedikit dan langsung mengering. Oleh karena itu, Ir. Rusli menyampaikan penanggulangan yang dianjurkan adalah tanaman yang terlalu rapat sebaiknya ditebang, lateks yang menempel pada alur sadap dibersihkan, kemudian oleskan bahan perangsang pertumbuhan (NoBB) Antico F-96 pada alur sadap yang kering. Berikan pupuk Urea 350 g + SP-36 260 g + KCL 300 g/pohon/tahun. “Khusus tanaman karet yang sedikit mengeluarkan lateks dosis pupuknya ditingkatkan 1,5 kali sampai 2 kali lipat (50% - 100%) dari dosis anjuran dengan interval pemberian 2 kali/tahun” sambungnya.

Selain menghadirkan narasumber, dalam rangka meningkatkan produktivitas karet rakyat di Kabupaten Subang dan Tasikmalaya Dinas Perkebunan Jawa Barat juga memberikan pupuk untuk pemeliharaan kebun, serta melakukan pembinaan terhadap sejumlah petani. Dalam pertemuan teknis ini terlihat tingginya minat para petani karet untuk mengetahui dan memahami bagaimana cara mengatasi penyakit bercak daun, cara pemberian pupuk yang efisien dan cara penyadapan tanaman karet. Melalui pertemuan teknis lapang ini diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan para petani karet.

 

Artikel terkait