-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Sigap UPG
Lapor.go.id
PPID
SKM
perpus_digital
WBK
Ejurnal
TV-TANI
Kalender Tanam
Saber Pungli
satu-layanan
WBS

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 25 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 874832
Penilaian Calon Kebun Induk di Kabupaten Humbang Hasundutan Daerah Penghasil Kopi Arabika Sumatera Lintong PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Meynarti Sari Dewi Ibrahim   
Kamis, 01 November 2018 07:30

Sejak zaman dahulu Kabupaten Humbang Hasundutan Propinsi Sumatera Utara terkenal dengan cita rasa kopinya yang excellent. Hal ini menjadikan masyarakat pemerhati kopi Arabika Sumatera Lintong (MASPEKAL) mengajukan permohonan indikasi geografis untuk kopi Lintong, dan saat ini telah mendapatkan sertifikat indikasi geografis dengan nama kopi Arabika Sumatera Lintong. Kabupaten Humbang Hasundutan sendiri merupakan daerah di mana pohon induk kopi Arabika Sigararutang berada. Namun sangat disayangkan saat ini pohon induk telah tiada. Lebih memprihatinkan lagi, daerah tempat ditemukannya kopi Arabika Sigararutang ini sampai saat ini tidak memiliki kebun induknya. Untuk memenuhi kebutuhan benih, kabupaten ini justru mendatangkannya dari luar daerah.


Untuk memenuhi permintaan benih kopi Arabika varietas Sigararutang di Propinsi Sumatera Utara terutama di Kabupaten Humbang Hasundutan, Pemerintah daerah berencana menetapkan salah satu kebun petani kopi untuk dijadikan kebun calon kebun sumber benih kopi. Berdasarkan permintaan kepala dinas pertanian kabupaten Humbang Hasundutan, pada tanggal 17-19 Oktober 2018, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Direktorat Jenderal Pertanian, UPT Perbenihan Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Utara, PBT Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Perkebunan Medan, dan Dinas Perkebunan Kabupaten Humbang Hasundutan turun bersama untuk memeriksa calon kebun induk kopi Arabika yang telah diajukan penilaiannya.


Tim diketuai oleh Ir. Robert Hardi Sinaga, M.M., dari Direktorat Jenderal Perkebunan. Anggota tim yang terlibat terdiri dari Peneliti dari Balittri Dr. Meynarti Sari Dewi Ibrahim, S.P., M.Si, Ir. Asterius Sinaga, M.M., dari Direktorat Perbenihan Perkebunan, Catherina Juliani Tarigan, S.P., MMA, dari BBPPTP Medan, Lismawati, S.P. MS, dari UPT perbenihan Dinas Perkebunan propinsi Sumatera Utara, dan Ir. Buroniani Naibaho dari Dinas Pertanian Humbang Hasundutan


Kegiatan penilaian kebun induk kopi dimulai dari 4 kebun induk yang berada di Desa Batu Gajah Kecamatan Peranginan, Desa Sipitu Huta Kecamatan Pollung, Desa Hutajulu Kecamatan Pollung, Desa Sosortolong Sihite III Kecamatan Doloksanggul. Berdasarkan 4 kebun induk yang dinilai, ditemukan 1 kebun induk yang dapat ditindak lanjuti untuk ditetapkan ditahun 2019 mendatang. Permasalahan yang mendominasi adalah tidak adanya pohon pelindung. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengemban kebijakan di kabupaten Humbang Hasundutan, karena hampir semua pertanaman kopi di daerah ini tidak memakai tanaman penaung. Disamping penilaian calon kebun induk, tim juga melakukan peninjauan ke beberapa kebun milik petani kopi. Pada kesempatan ini peneliti Balittri memberikan arahan dan masukan kepada petani kopi Arabika untuk beberapa kasus permasalahan yang ditemui di kebun mereka.


Hari terakhir berada di kabupaten Humbang Hasundutan, Kepala Dinas Perkebunan, menyempatkan untuk bertemu dengan tim calon penilaian kebun induk. Bapak kepala dinas menyambut baik hasil kerja tim, dan berharap agar salah satu kebun petani di daerahnya dapat dijadikan salah satu kebun induk kopi Arabika Sigararutang.

 

Artikel terkait