-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

WBK
PPID
TV-TANI
satu-layanan
pui-balittri
Pakar Kopi
WBS
Sigap UPG
SKM
Ejurnal
Lapor.go.id
perpus_digital
Saber Pungli
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 22 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1145492

Warning: copy() [function.copy]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.deptan.go.id/images/stories/Melinjo%20Muda.png) [function.copy]: failed to open stream: No such file or directory in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.pertanian.go.id/images/stories/Melinjo%20Muda.png) [function.copy]: failed to open stream: Connection refused in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy() [function.copy]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.deptan.go.id/images/stories/Melinjo%20Tua.png) [function.copy]: failed to open stream: No such file or directory in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.pertanian.go.id/images/stories/Melinjo%20Tua.png) [function.copy]: failed to open stream: Connection refused in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674
Antioksidan dari Biji Melinjo PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Selasa, 19 Juli 2011 10:30


Tanaman melinjo (Gnetum gnemon Linn.) merupakan salah satu tanaman yang produknya banyak digemari masyarakat, yang diantaranya berupa daun muda, bunga dan buah muda yang digunakan sebagai sayuran. Namun produk yang terkenal dari tanaman melinjo adalah emping melinjo, berupa kripik yang dibuat dari biji buah yang sudah tua yang biasa dimakan sebagai kudapan, yang di samping rasanya yang enak juga mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi sebagai sumber protein dan mineral. Selain sebagai kudapan yang enak, selama ini emping melinjo dikenal bisa membuat kadar asam urat melonjak, tetapi masalah ini masih kontroversial karena menurut beberapa hasil penelitian di Jepang didapatkan bahwa biji melinjo tidak menyebabkan asam urat meningkat. Penelitian tersebut menyimpulkan, bahwa karena rasanya yang enak orang suka makan emping melinjo goreng dalam jumlah yang banyak, mungkin dari minyak goreng  itulah yang menyebabkan kadar asam urat meningkat, oleh karena itu apabila disiapkan dalam bentuk makanan lain tanpa minyak, nampaknya tidak akan menyebabkan peningkatan asam urat.

Ada yang lebih penting dari semua hal tersebut diatas, yaitu ternyata biji melinjo mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan adalah senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak setabil hasil dari proses metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat kimiawi dalam makanan dan polutan lain.  Radikal bebas ini secara perlahan akan merusak sel, akibatnya tubuh mudah terserang penyakit, organ tubuh tidak bekerja maksimal dan cepat mengalami penuaan dini. Sebenarnya antioksidan ada secara alami di dalam tubuh, namun jumlahnya sedikit dan terus menurun seiring bertambahnya usia, karenanya tubuh perlu tambahan antioksidan dari makanan.

Beberapa penelitian terdahulu melaporkan bahwa dengan mengkonsumsi antioksidan setiap hari dapat mengurangi peluang munculnya penyakit degeneratif dan memperlambat penuaan. Antioksidan tersebut akan merangsang respon imum tubuh sehingga mampu menghancurkan radikal bebas, mempertahankan kelenturan pembuluh darah, mempertahankan besarnya jaringan otak dan mencegah kanker. Dengan mengkonsumsi zat aktioksidan tersebut, berarti kita melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas.Menurut beberapa peneliti Jepang maupun peneliti Indonesia dari Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember, antioksidan dari biji melinjo merupakan flavonoid yang termasuk senyawa polifenol, senyawa ini   dapat tahan selama 5 jam lebih lama daripada vitamin E dan C.

Hasil riset menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ini setara dengan antioksidan sintetik Butylated Hydroxytolune. Sebuah perusahaan dari Jepang yang berlokasi di Bandung saat ini telah mengolah biji melinjo menjadi teh dan tepung yang mempunyai segudang khasiat bagi kesehatan, bahkan di Jepang sendiri biji melinjo telah diolah sebagai obat awet muda (anti-aging).  Kandungan flavonoid ini didapat dari biji melinjo yang kulitnya sudah berwarna merah, oleh karena itu efek antioksidan melinjo juga bisa diperoleh dengan memakan bijinya langsung yang telah diolah, baik yang direbus ataupun yang telah disiapkan dalam bentuk sayur.

Untuk membudidayakan tanaman melinjo tidaklah begitu sulit, karena pada umumnya tanaman melinjo dapat tumbuh baik di daerah-daerah berhawa panas, tetapi dapat juga tumbuh di pegunungan sampai ketinggian 1.200 m dpl asal udaranya tidak terlalu dingin. Begitupun tanaman ini dapat tumbuh pada hampir semua jenis tanah dengan  pH 4 – 6, yang agak poreus, mudah menyarap air, sehingga drainasenya baik. Tanaman ini boleh dikatakan tidak menuntut persayaratan tumbuh yang khusus dan toleran terhadap tanah yang kurang subur maupun udara kering seperti di Gunung Kidul, Yogyakarta.  Walaupun tanaman melinjo tidak menuntut kesuburan tanah yang baik, namun dengan memperhatikan dan mengikuti langkah-langkah budidaya seperti pemilihan lahan yang sesuai, pemilihan bibit, penanaman, perawatan yang mencakup penyiangan, pemangkasan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, maka akan dapat dicapai keberhasilan dari usahatani tanaman melinjo.  Dengan jumlah tanaman melinjo per Ha sebanyak 400 batang (jarak tanam 5 m x 5 m), hasil panen rata-rata perpohon tanaman yang sudah dewasa (10 – 15 tahun) bisa mencapai 50 kg biji melinjo sekali panen, sehingga produksi yang diperoleh adalah 100 kg/pohon/tahun.

Tanaman melinjo  dapat  ditemui  hampir di seluruh  propinsi  di Indonesia, dengan sentra produksi melinjo terkonsentrasi  di 5(lima) propinsi yaitu (1) Jawa Barat; (2) Jawa Tengah; (3) D.I Yogyakarta; (4) Sumatera Utara; dan (5) D.I Nangru Aceh Darusallam. Oleh karena itu, mengingat bahwa  penyebaran   tanaman  ini  cukup luas, sehingga  biji   melinjo  sebagai    konsumsi    sumber   antioksidan dapat mudah dicari di pasar  dengan harga yang cukup terjangkau oleh masyarakat.  Dengan demikian, masyarakat kelas menengah kebawah dapat dengan mudah mendapatkan sumber antioksidan murah yang penting manfaatnya dalam rangka menjaga kesehatan untuk melawan bahaya radikal bebas.  Balittri telah memiliki 7 aksesi dan ada 2 aksesi yang direncanakan akan dilepas sebagai varietas unggul di koleksi di KP. Sukamulya, Sukabumi.  Koleksi melinko yang paling lengkap di KP. Laing, Solok, Sumbar ada 47 aksesi kebanyakan asal Maluku dan Jawa Barat (Juniaty Towaha/BALITTRI).