-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG
satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 13 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 899949
Tim Balittri Melakukan Evaluasi Pasca Distribusi Ayam KUB pada Program #Bekerja di Desa Tanjungjaya, Pakenjeng, Garut PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Handi Supriadi   
Kamis, 15 November 2018 07:30

Dalam rangka evaluasi pelaksanaan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (#BEKERJA), tim dari Balittri yang terdiri dari Ir. Handi Supriadi, Dr. KD Sasmita, Diah Ayu Rahmawati, S.IP., MM dan Dadan Iskandar pada tanggal 4-5 November 2018 melakukan evaluasi ke salah satu desa penerima bantuan yaitu di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut guna meninjau perkembangan ayam kampung unggul Badan Litbang (KUB) dari bantuan program #BEKERJA. Dalam program ini, jumlah penerima bantuan ayam di desa Tanjungjaya sebanyak 164 rumah tangga miskin (RTM) yang didampingi oleh tiga pendamping desa dan satu pendamping kecamatan serta satu petugas kesehatan hewan. Bantuan ayam telah didistribusikan kepada masing-masing RTM pada tanggal 29 September 2018 dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 113 RTM dan pada tanggal 4 Oktober 2018 sebanyak 51 RTM. Masing-masing RTM telah menerima bantuan sebanyak 50 DOC ayam lokal unggul (umur 1 hari), dana pembuatan kandang sebesar Rp. 500.000,- dan sapronak yang terdiri dari 1 set kandang sementara (brooder/dus), kabel lampu, lampu bohlam, tempat pakan dan minum ayam, sekam, vitamin, obat, desinfektan dan pakan ayam.

Berdasarkan laporan tim pendamping Desa dan Kecamatan, dari 8200 ekor ayam yang terdistribusi, sampai umur 1 bulan total populasi ayam yang masih hidup sebanyak 7972 ekor atau sebanyak 228 ekor ayam mati. Hasil evaluasi Tim Balittri ke beberapa RTM, umumnya  ayam KUB dalam kondisi sehat dengan bobot ayam umur 1 bulan rata-rata seberat 306.4 gram. Masyarakat penerima bantuan umumnya telah melakukan pemeliharaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan yaitu berupa pembersihan kandang secara rutin dengan pemberian pakan sesuai takaran. Tim pendamping telah melakukan pembimbingan secara rutin dalam pemeliharaan dan pemberian vaksin ayam ke masing-masing RTM. Tingkat kematian ayam umur 1 bulan masih cukup rendah yaitu sebesar 2.78% dari populasi awal. Beberapa kasus kematian ayam diakibatkan oleh beberapa masalah seperti stres akibat proses distribusi ke masing-masing lokasi RTM yang cukup jauh, terjepit/mati terinjak ayam lainnya, sakit, dan dimakan anjing.

Beberapa permasalahan yang masih dijumpai dalam pemeliharaan ternak ayam KUB bantuan ini banyak ayam KUB yang mengalami stres, sementara obat stres bantuan (therapy) jumlahnya terbatas (empat bungkus per RTM) oleh RTM dirasakan masih kurang. Untuk membeli obat tersebut jaraknya cukup jauh dengan ongkos angkutan umum pergi pulang Rp. 50.000,  sehingga ayam KUB yang sakit/stres tidak segera dapat ditangani. Kondisi ini telah mendapatkan perhatian para pendamping untuk dapat segera diatasi lebih lanjut. Pendamping terus melakukan pembimbingan dan monitoring untuk mencegah terjadinya serangan penyakit agar tingkat kematian dapat ditekan sehingga program ternak ayam ini berhasil seperti yang diharapkan. Masyarakat penerima bantuan di Desa Tanjungjaya umumnya memiliki harapan yang besar kedepannya yaitu hasil beternak ayam dari Program #Bekerja ini dapat membantu meningkatkan pendapatan bulanan dan petani dapat mengembangkan ternak lebih lanjut secara mandiri dan berkelanjutan.

 

Artikel terkait