-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

SKM
TV-TANI
Saber Pungli
WBS
WBK
Lapor.go.id
perpus_digital
PPID
Sigap UPG
satu-layanan
Ejurnal
Kalender Tanam

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 12 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 899927

Warning: copy() [function.copy]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.deptan.go.id/images/stories/Buah%20Jarak%20Pagar.png) [function.copy]: failed to open stream: No such file or directory in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.pertanian.go.id/images/stories/Buah%20Jarak%20Pagar.png) [function.copy]: failed to open stream: Connection refused in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy() [function.copy]: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.deptan.go.id/images/stories/Tanaman%20Jarak%20Pagar.png) [function.copy]: failed to open stream: No such file or directory in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674

Warning: copy(http://balittri.litbang.pertanian.go.id/images/stories/Tanaman%20Jarak%20Pagar.png) [function.copy]: failed to open stream: Connection refused in /var/home/vhosts/balittri/public/plugins/content/mavikthumbnails.php on line 674
Kabupaten Sumba Barat Daya Terbuka untuk Investor Asing dalam Pengembangan Jarak Pagar PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Administrator   
Selasa, 19 Juli 2011 18:20

buah jarak pagarTanaman jarak pagar (Jatropha curcas L) banyak tumbuh secara sporadic di Propinsi Nusa Tenggara, tidak terkecuali di Kabupaten Sumba Barat Daya.  Areal pengembangan yang tersedia mencapai 3.500 ha, dimana 1.050 ha diantaranya sesuai untuk pengembangan tanaman jarak pagar, sedangkan sisanya dapat berpotensi ditanami dengan tanaman kemiri sunan. Potensi ini mendorong Puslitbang Perkebunan membawa investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini. Pemerintah Kabupaten sangat membuka diri untuk menerima penanam modal tersebut. Kepada investor diharapkan dapat mempresentasekan rencana bisnis di depan Pemkab dan DPRD, dan segera melakukan kegiatan riil di lapangan seperti pemetaan semi detail, pembangunan kantor dan sebagainya, sehingga Pemkab dan masyarakat yakin terhadap niat investor tersebut. Kabupaten Sumba Barat Daya, merupakan kabupaten baru,  pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat, berdasarkan Undang-undang no. 16 tahun 2007. Kabupaten ini terdiri dari 8 kecamatan dengan luas 1.445,32 km2 dan mencanangkan daerahnya menjadi daerah perkebunan. Jenis tanaman yang diunggulkan antara lain jambu mete, kelapa, kemiri dan lontar. Sedangkan jarak pagar ditanam sebagai tanaman pagar atau sebagai tiang panjat vanili. Potensi tanaman jarak pagar yang besar sebagai sumber bahan bakar nabati (BBN) menyebabkan daerah ini dikenal sebagai daerah sumber biji jarak pagar baik untuk benih maupun untuk produk minyak, karena produktivitas dinilai cukup baik.

Melihat potensi  jarak pagar dan pertumbuhannya yang baik di Kabupaten Sumba Barat Daya menyebabkan beberapa investor tertarik untuk menanamankan modalnya di daerah ini, namun informasi yang diperlukan oleh investor dan yang diinginkan oleh Pemkab dan masyarakat sangat minim sekali. Untuk   keperluan tersebut Puslitbang Perkebunan telah melakukan sosialisasi dan identifikasi rencana pengembangan jarak pagar di Kabupaten Sumba Barat daya. Sosialisasi dengan Pemkab Sumba Barat Daya, yang diikuti oleh Bupati Sumba Barat Daya, Wakil Bupati, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan serta staf. Terungkap bahwa sudah banyak surat izin yang diterbitkan oleh Bupati untuk investor yang akan mengembangkan jarak pagar di daerah ini, namun sampai saat ini tidak ada kegiatan yang berlanjut. Hal ini menyebabkan timbulnya kekurang percayaan Pemkab terhadap rencana investor tersebut, kondisi ini diperburuk oleh rendahnya produktivitas yang ada dipetani akibat penggunaan benih asalan, serta tidak adanya pembeli dari biji yang telah dihasilkan, sehingga masyarakat semakin apriori terhadap komoditi ini. Pada saat sosialisasi tersebut juga disampaikan beberapa informasi yang mungkin dapat memperbaiki image Pemkab terhadap rencana investor mengembangkan jarak pagar di Sumba Barat Daya antara lain;  kebijakan pemerintah terhadap energy nasional khususnya pengembangan Bahan Bakar Nabati (Inpres no. 1 tahun 2006); tersedianya benih unggul; adanya pengawalan teknologi dari lembaga penelitian; ketersediaan teknologi untuk berbagai produk berbahan baku jarak pagar; adanya rencana membangun pilot plant seluas 25–100 ha sebagai pusat pelatihan.  Informasi yang disampaikan mendapat respon positif dari Pemkab, Pemkab mengharapkan bahwa investor yang telah mendapat izin segera melakukan kegiatan riil di lapangan dengan pengawalan teknologi dari Puslitbang Perkebunan, lahan yang tidak sesuai untuk jarak pagar dapat ditanami dengan jenis tanaman minyak yang lain seperti kemiri sunan, perlu keserasian antara pengembangan ternak dengan pengembangan tanaman jarak pagar, izin lahan yang sudah dikeluarkan namun belum ditindak lanjuti oleh pemegang izin, izinnya  dicabut, dan perlu komunikasi yang intensif antara investor dengan Pemkab.
Sosialisasi telah dilakukan pula kepada tokoh masyarakat, yang dihadiri oleh sesepuh adat, anggota/mantan DPRD, kepala desa dan pemuka-pemuka masyarakat. Pertemuan ini  mendapat respon positif dari masyarakat, asal benar-benar dilaksanakan, tidak seperti investor terdahulu. PT. Australia Biofuel untuk tahap awal berencana membangun pilot plant seluas 25–100 ha sebagai pusat pelatihan penerapan teknologi tepat guna. Diharapkan pilot plant ini menjadi tempat rujukan dan pelatihan bagi pengembang atau pelaksana lapangan pada budidaya  jarak pagar dan industrinya.
 
Dari hasil identifikasi areal yang dilakukan di Kecamatan Momboru, diperoleh data bahwa areal pengembangan terletak di beberapa desa pada ketinggian 150–300 m di atas permukaan laut, topografi datar sampai bergelombang dan berbukit. Luas areal diperkirakan mencapai 3.500 ha dan sebagian besar merupakan lahan kosong atau bervegetasi alang-alang, teki, gelagah daun kecil. Sedangkan di daerah relative lebih subur ditemukan berbagai tanaman palawija, hortikultura dan tanaman kemiri sayur. Tanaman kimiri sayur cukup banyak tumbuh di daerah ini dan merupakan salah satu tanaman sumber pendapatan petani. Namun dari luas yang ada diperkirakan 1.050 ha cocok untuk pengembangan jarak pagar dan sisanya dapat ditanaman dengan tanaman penghasil minyak nabati lainnya seperti kemiri sunan (Dibyo Pranowo/Balittri).