-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Lapor.go.id
WBS
PPID
SKM
WBK
Sigap UPG
Kalender Tanam
perpus_digital
Ejurnal
Saber Pungli
TV-TANI
satu-layanan

Kalender Kegiatan

Social Media

Video

Download

Online

Terdapat 23 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1009039
Rapat Kerja Nasional Kementerian Pertanian RI 2019 PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Syafaruddin   
Rabu, 16 Januari 2019 07:30

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Pertanian 2019, dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta pada tanggal 14 Januari 2019. Rakernas dibuka langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dihadiri oleh pejabat eselon 1, 2 dan 3 lingkup Kementan seluruh Indonesia. Turut hadir Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Kabareskrim Polri Arief Sulistyanto, dan Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar.






Dalam sambutannya, Mentan menyampaikan keberhasilan Kementan dalam periode 4 tahun terakhir. "Diantaranya beberapa sektor pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pembagian ayam KUB kepada masyarakat miskin di pedesaan melalui Program #Bekerja, dimana masing-masing mendapatkan 50 ekor, sehingga potensi untuk menghasilkan telur juga bisa 50 butir per hari. Hal ini akan mencerdaskan dan pastinya menambah keuangan keluarga dengan menjual telur-telur tersebut. Kemudian, potensi lainnya adalah lahan rawa sebesar 10 juta ha di seluruh Indonesia. Tahun ini, Kementan fokus ke lahan rawa dengan menargetkan membuka 500 ribu ha lahan rawa. Hal ini untuk memperbaiki kehidupan petani di daerah rawa pasang surut, sehingga petani akan sejahtera. Lahan rawa sekitar 10 juta ha ini merupakan lahan tidur, dan Kementan akan mencetak sawah-sawah baru, sehingga lahan ini menjadi lahan produktif. Disamping itu juga bisa dikombinasikan dengan bebek, itik dan ternak lainnya. Sumber karbohidrat dan protein ini akan terus dikembangkan agar pendapatan petani bisa mencapai enam kali lipat. Terakhir, untuk  mendorong produksi daging sapi, makan Kementan berjuang dengan Program Siwab (Sapi Indukan Wajib Bunting). Sapi-sapi tersebut dikembangbiakkan dengan indukan dari Belgian Blue sehingga akan memiliki bobot hingga 2 ton." Ungkapnya.



Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian juga memaparkan terkait faktor lain, sepertu tingkat inflasi, dimana pada periode 2014-2017, inflasi pangan dari sektor pertanian mengal‎ami penurunan yang signifikan, yaitu sebesar 88,1 persen, yakni dari 10,57 persen menjadi 1,57 persen. Harapan Mentan capaian itu akan terus ditingkatkan pada tahun 2019 ini. Selain itu, Mentan menyebutkan kenaikan nilai ekspor pertanian sepanjang 2016-2018, yang semula sebesar Rp 384,9 triliun pada tahun 2016, naik 29,7 persen menjadi Rp 499,3 triliun pada tahun 2018. Sementara impor sejumlah komoditas seperti beras umum, bawang merah dan cabai segar turun hingga 100 persen.



Mentan menambahkan, bahwa kenaikan juga pada investasi di sektor pertanian periode 2013-2018 yakni sebesar 110,2 persen dengan nilai total Rp 270,1 triliun. Hal ini, sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo untuk mendorong ekspor dan investasi. Hasilnya, nilai investasi pertanian pada 2018 mencapai Rp 61,6 triliun berbanding Rp 29,3 triliun pada 2013. Semoga Rakernas kali ini memberikan pemahaman lebih kepada pejuang petani di lingkup Kementan untuk terus mengutamakan kepentingan rakyat. Sehingga impian bahwa petani sejahtera bukan hanya slogan yang seringkali disampaikan.

 

Artikel terkait