-->
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlights

Ejurnal
Saber Pungli
Kalender Tanam
WBK
PPID
Lapor.go.id
perpus_digital
TV-TANI
satu-layanan
pui-balittri
Pakar Kopi
WBS
Sigap UPG
SKM

Kalender Kegiatan

Video

Social Media

Download

Online

Terdapat 38 Tamu online

Polling

Apakah Situs Web Ini Informatif ?
 

Statistik

Jumlah Kunjungan Konten : 1150470
Tindak Lanjut Rakernas Kementan, Balitbangtan Adakan Rapim B PDF Cetak E-mail
Artikel
Oleh Syafaruddin   
Kamis, 17 Januari 2019 07:30

Sebagai penerusan dan juga tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional Kementan tanggal 14 Januari, maka Balitbangtan keesokan harinya (15 Januari 2019) langsung mengadakan Rapat Pimpinan B yang diadakan di Aula Puslitbangbun, Bogor. Dihadiri oleh seluruh pejabat eselon 2 dan 3 lingkup Balitbangtan. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Badan, Prama Yufdy dan dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro selaku Plt. Kepala Balitbangtan. Rapim B ini tentunya merupakan kesigapan Balitbangtan untuk menyiapkan diri untuk melaksanakan arahan Menteri Pertanian secara cepat dan nyata. Ada beberapa fokus kegiatan besar Balitbangtan yang turut dibahas diantaranya adalah: Program BEKERJA, Program SERASI, Program OPAL dan Gerakan petani milenial.



Dalam sambutan dan arahannya Sekjen menyampaikan rasa kagum dan bangga kepada Balitbangtan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat di atas rata-rata. "Kalaupun posisi Menteri Pertanian itu bukanlah posisi jabatan politis, kemungkinan besar orang-orang Balitbangtan yang akan terpilih" demikian ungkapnya. Dinyatakan juga bahwa para peneliti ini merupakan SDM yang smart dan rendah hati. Banyak inovasi dan teknologi yang telah dihasilkan Balitbangtan yang memberikan kontribusi pada pembangunan bangsa (secara nasional) serta menjadi solusi jitu dalam menghadapi permasalahan-permasalahan serius di bidang pertanian.



Sekjen menegaskan empat penguatan 2019 sesuai arahan Presiden RI, yaitu: 1. Sumber Daya Manusia; 2. Infrastruktur; 3. Daya saing dan ekspor; dan 4. Rupiah terhadap mata uang asing. Terkait SDM ini, Sekjen menjelaskan bahwa tahun 2019 merupakan tonggak alih generasi petani tradisional menjadi petani milenial yang muda, proaktif, kritis, smart dan melek teknologi. Juga merupakan tonggak alih generasi di bidang birokrat/struktural di lingkup Kementan. Mengingat banyaknya SDM yang handal dengan tingkat pendidikan lebih tinggi, maka Balitbangtan menjadi salah satu tempat alih teknologi. Sementara itu terkait infrastruktur, dijelaskan bahwa tahun 2019 kita harus mengantisipasi alih fungsi lahan terutama di pulau jawa dengan membidik sasaran di luar pulau jawa. Untyk ini diperlukan teknologi atau infrastruktur yang lebih baik dan akurat, misalnya untuk menjadikan lahan-lahan marjinal menjadi lahan produktif. Ada enam provinsi yang menjadi sasaran pengembangan ini, yaitu Kalsel, Sumsel, Jambi, Lampung, Sulsel dan Kaltim. Keenam provinsi ini memiliki areal rawa dan pasang surut terluas di Indonesia. Sedangkan untuk lingkup Balitbangtan sendiri, Sekjen menyerukan untuk mengoptimalkan fungsi Kebun Percobaan (KP) sebagai tempat bermuaranya kegiatan penelitian.



Menyinggung penguatan selanjutnya  tentang daya saing dan ekspor yang juga akan berdampak kepada penguatan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Sekjen menjelaskan bahwa Menteri Pertanian selalu serius untuk terus meningkatkan ekspor produk-produk unggulan pertanian Indonesia, sehingga akan menambah devisa negara yang berujung kepada kesejahteraan rakyat Indonesia.



Diakhir arahan ditutup dengan diskusi singkat dengan para kepala balai untuk menggali lebih jauh permasalahan yang dihadapi di lingkup unit kerja masing-masing, sehingga dapat dicarikan solusinya. Diharapkan supaya hal-hal yang krusial yang butuh penanganan secara sentralais dapat dengan mudah ditangani, dimana Sekjen akan menjadi jembatan ke Menteri Pertanian. Semoga!

 

Artikel terkait